Pemilu 2019

Diberikan Pekerjaan Oleh Wali Kota Surabaya, Istri Petugas KPPS yang Meninggal Ucapkan Terima Kasih

Diberikan Pekerjaan Oleh Wali Kota Surabaya, Istri Petugas KPPS yang Meninggal Ucapkan Terima kasih

Diberikan Pekerjaan Oleh Wali Kota Surabaya, Istri Petugas KPPS yang Meninggal Ucapkan Terima Kasih
KOMPAS.com/Dok. Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat mengunjungi rumah duka almarhum Hariono, petugas KPPS yang meninggal setelah menjalankan tugas pada gelaran pemilu di Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, Sabtu (27/4/2019). 

Diberikan Pekerjaan Oleh Wali Kota Surabaya, Istri Petugas KPPS yang Meninggal Ucapkan Terima kasih

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi keluarga petugas KPPS yang diduga meninggal setelah menjalankan tugas pada gelaran Pemilu 2019.

Sudah tiga hari berturut-turut Risma berkeliling mengunjungi rumah keluarga petugas KKPS yang meninggal. Di hari ketiga ini, Sabtu (27/4/2019), Risma mengunjungi keluarga almarhum Hariono.

Hariono bertugas di TPS 45, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Almarhum merupakan petugas KPPS bagian ketertiban di TPS 45.

48 Jam Tertanam di Dubur Tukang Kayu, Dokter Berhasil Keluarkan Obeng Sepanjang 20 Centimeter

Tiba di rumah keluarga almarhum Hariono di Jalan Jugruk Rejosari III/10, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Risma dan jajarannya disambut hangat oleh pihak keluarga.

Di rumah duka, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan kepada keluarga almarhum.

Mukholifah, istri almarhum Hariono menceritakan kronologi meninggalnya sang suami. Ia menjelaskan, Hariono mengalami kelelahan saat bertugas menjaga TPS 45 mulai Rabu (17/4/2019) pagi sampai Kamis (18/4/2019) pukul 08.00 WIB.

Mutu Pendidikan Tinggi Dikagumi Negara Pasifik, Begini Tanggapan Sekda Pemprov Jawa Barat

Setelah pulang ke rumah, Hariono mengeluh kepada istrinya bahwa seluruh badannya terasa capek karena tidak duduk atau istirahat selama berjam-jam di TPS.

Almarhum yang merasa kelelahan, kata Mukholifah, seketika tidur di rumah hingga malam hari. Keesokan harinya, Hariono menyampaikan bahwa badannya terasa sakit, kemudian dibawa ke dokter praktik oleh keluarga.

"Kemudian pada Minggu-Senin, kondisinya semakin drop dan akhirnya pada Senin (22/4/2019) sekitar pukul 14. 30 WIB, almarhum meninggal dunia di rumah," cerita Mukholifah.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved