Puluhan Disabilitas Ikut Simulasi Evakuasi Bencana Gempa dan Tsunami di Lasiana

Puluhan penyandang disabilitas mengikuti simulasi evakuasi mandiri bencana gempa dan tsunami di Pantai Wisata Lasiana, Kota Kupang, Jumat (26/4/2019).

Puluhan Disabilitas Ikut Simulasi Evakuasi Bencana Gempa dan Tsunami di Lasiana
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Suasana Simulasi evakuasi mandiri bencana gempa dan tsunami di Pantai Wisata Lasiana, Kota Kupang, Jumat (26/4/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Puluhan penyandang disabilitas mengikuti simulasi evakuasi mandiri bencana gempa dan tsunami di Pantai Wisata Lasiana, Kota Kupang, Jumat (26/4/2019).

Simulasi evakuasi bencana diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Diadakan bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.

Selain penyandang disabilitas, masyarakat setempat, orangtua dan remaja turut mengikuti simulasi tersebut.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, untuk para disabilitas ada pemandu khusus yang menjelaskan kepada mereka terkait penanganan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Thomas Bangke dalam arahannya mengatakan, simulasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat untuk siapsiaga terhadap bencana.

Ia menjelaskan, masyarakat harus punya pengetahuan, pada tahap reaksi cepat menyelamatkan diri dari bencana. "Ini penting untuk mengurangi resiko bencana terutama korban jiwa," ungkapnya.

Lanjutnya, merujuk pada undang-undang nomor 24 tahun 2007, penanganan bencana dilakukan oleh tiga komponen utama yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat.

"Tiga komponen ini harus menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik. Maksudnya, soal penanganan bencana butuh peranan dari ketiga komponen ini," ungkapnya.

Thomas mengatakan kaum perempuan terutama para ibu paling aktif melakukan evakuasi mandiri saat terjadi bencana alam.

Harian Umum Pos Kupang Jadi Sumber Analisis Data Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi NTT

Hal itu dikatakan Thomas di sela kesibukannya mengawasi jalannya simulasi evakuasi mandiri bencana gempa dan tsunami di Pantai Wisata Lasiana, Kota Kupang, Jumat (26/4/2019).

"Dari fakta yang kita temukan di lapangan, saat terjadi bencana, kaum perempuan khususnya kaum ibu paling aktif melakukan evakuasi mandiri pada tahap reaksi cepat. Mereka sangat peka selamatkan anak-anak, orangtua atau para jompo," ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya peran dan kapasitas kaum perempuan dalam penanganan bencana perlu ditingkatkan.

"Oleh karena pentingnya peran kaum perempuan maka tahun ini tema peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional fokus pada bagaimana peran kaum perempuan dalam penanganan bencana," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Di Kabupaten Lembata- Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Pelabuhan Jeti

Ia menambahkan, masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan terkait evakuasi mandiri bencana, sehingga pada tahap reaksi cepat, mereka bisa menyelamatkan diri mereka sendiri, keluarga atau tetangga. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved