Jalan Cabang Claret di Penfui Timur Rawan Lakalantas, Begini Usulan Kadishub Kupang

Jalan cabang antara dua jalur Bimoku ke Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, tepatnya di Jalan Claret,rawan kecelakaan lalulintas

Jalan Cabang Claret di Penfui Timur Rawan Lakalantas, Begini Usulan Kadishub Kupang
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kondisi jalan rusak menuju Alorawe di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Minggu (17/2/2019 

Jalan Cabang Claret di Penfui Timur Rawan Lakalantas, Begini Usulan Kadishub Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I PENFUI- Jalan cabang antara dua jalur Bimoku ke Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, tepatnya di Jalan Claret, rawan kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Pasalnya, pengendara kendaraan roda dua dari arah Penfui Timur, bukannya membelokan kendaraannya ke kiri tetapi berlawanan arah dengan kendaraan dari arah SPBU Penfui.

Walaupun ada tanda larang tetapi pengendara masa bodoh.
Seperti disaksikan POS KUPANG.COM, Jumat (26/4/2019) pukul 07.44 wita, beberapa kendaraan dari arah Matani, Penfui Timur, langsung mengarahkan kendaraan berlawanan arah.

Obyek Wisata Lamalera Terancam Terisolir, Gara-gara Jalan Rusak

Kondisi ini sangat rawan karena laju kendaraan dari arah SPBU Penfui kecepatan tinggi juga padat.

"Ini bukan baru hari ini pak. Setiap hari begitu terlebih mahasiswa. Karena mereka pikir potong ke kampus lebih cepat daripada putar sampai di depan makan waktu. Tapi mereka tidak sadar kalau sangat rawan berlawanan arah," kata Jhon Bria, tukang ojek yang mangkal di pangkalan ojek Jalan Claret.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang, Joni Ati mengakui jalur itu sangat rawan kecelakaan karena warga memilih potong jalur.

Kewenangan untuk memasang rambu lalulintas di area ini bukan di kabupaten tetapi di Dinas Perhubungan NTT.

Jalan Rusak Menuju Air Terjun Cunca Wulang, Empat Wisatawan Asing Alami Kecelakaan

Dirinya mengusulkan agar jalur pintas yang dibuka setelah SPBU Penfui (belakang Kampus Undana) perlu ditutup karena di titik ini arus kendaraan baik dari arah penghijauan maupun dari arah Lasiana cukup padat.

Dengan ditutupnya jalur ini maka kendaraan tidak akan menumpuk di titik tersebut dan bisa mengurai kemacetan.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved