UU Nomor 5 Tahun 2018, Kepolisan Memiliki Waktu 14 Hari Menahan Terduga Terorisme

Menurut UU Nomor 5 Tahun 2018, Kepolisan Memiliki Waktu 14 Hari Menahan Terduga Terorisme

UU Nomor 5 Tahun 2018, Kepolisan Memiliki Waktu 14 Hari Menahan Terduga Terorisme
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Ilustrasi penangkapan terduga teroris 

Menurut UU Nomor 5 Tahun 2018, Kepolisan Memiliki Waktu 14 Hari Menahan Terduga Terorisme

POS-KUPANG.COM | GORONTALO - Aparat kepolisian memiliki waktu 14 hari menahan orang yang diduga teroris berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 2018. Waktu 14 hari ini bisa diperpanjang 7 hari lagi. Waktu penahanan ini lebih lama dibandingkan dengan Undang-undang nomor 15 tahun 2003.

"Selama 14 hari penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan untuk menjadikan tersangka dan dapat diperpanjang 7 hari lagi," kata M Chairil Anwar, Kepala Sub Bidang Pengawasan Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada kegiatan rembuk aparatur kelurahan dan desa tentang literasi informasi, Kamis (25/4/2019).

Dua Malam Tidak Tidur, Petugas KPPS di Depok Meninggal Dunia, Keluarga Syok

Dengan Undang-undang baru ini, aparat kepolisian dapat menahan seseorang yang diduga teroris lebih lama dari sebelumnya, bahkan dapat diperpanjang 7 hari.

Kegiatan yang dilaksanakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo ini dihadiri kepala desa, lurah, bintara pembina desa dan bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kejaksaan di Gorontalo. M Chairil Anwar, juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengembangkan sikap waspada terkait beragam cara teroris dalam menghidupi kelompoknya.

Beri Dukungan, Pangeran William Kunjungi Korban Teror Christchurch di Selandia Baru

"Teroris menghalalkan segala cara seperti melakukan tindak kriminal mencuri dan merampok," kata M Chairil Anwar.

Ia juga mengungkap sejumlah narapidana terorisme yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo.

Salah satunya adalah M Akbar alias Jabir, yang divonis 7 tahun dan denda Rp100 juta. Pria lulusan SMA kelahiran tahun 1985 berasal dari Tolitoli ini, melakukan pencurian dan perampokan sebagai upaya pencarian dana oleh kelompok teroris.

Narapidana terorisme lainnya yang mendekam di Gorontalo adalah Zubaid alias Ubaid alias Baim, yang divonis 4 tahun 8 bulan.

Ia terlibat dalam pelatihan pembuatan bom dengan kelompok Santoso, yang tergabung dalam Mujahidin Timur Indonesia (MTI). (Kompas.com/Rosyid A Azhar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepolisan Memiliki Waktu Lebih Lama untuk Menahan Terduga Terorisme", Kepolisan Memiliki Waktu Lebih Lama untuk Menahan Terduga Terorisme

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved