Pemilu 2019

Di Papua, Surat Suara dan Kotak Suara Pemilu Dibakar, Begini Penjelasan Polri

Di Papua, Surat Suara dan Kotak Suara Pemilu Dibakar, Begini Penjelasan Polri

Di Papua, Surat Suara dan Kotak Suara Pemilu Dibakar, Begini Penjelasan Polri
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di ruangannya, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). 

Di Papua, Surat Suara dan Kotak Suara Pemilu Dibakar, Begini Penjelasan Polri

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, surat suara dan kotak suara pemilu yang dibakar di Distrik Tingginambut, Papua, Puncak Jaya, Papua merupakan sisa logistik yang tidak terpakai. Pembakaran tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

"Betul itu kejadiannya dibakar sisa-sisa dari logistik pemilu yang tidak dipakai pada saat 17 April kemarin, karena di sana sistemnya sistem noken," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Bupati Cirebon Dituntut 7 Tahun Penjara dan Bayar Denda Rp 400 Juta, Ini Pertimbangan Jaksa KPK

Dedi menuturkan bahwa pembakaran tersebut bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan logistik yang tidak terpakai.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Pembakaran tersebut juga sudah dimuat dalam berita acara.

Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo, Penjelasan Moeldoko Menggembirakan

"Kemudian tidak dipakai logistik pemilu itu cukup banyak, oleh karenanya dengan cara dimusnahkan itulah biar tidak terjadi penyalahgunaan oleh orang-orang tertentu," ungkap Dedi.

Ia menambahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga sudah mengecek peristiwa tersebut. Sebelumnya, beredar rekaman video pembakaran surat dan kotak suara di Papua.
Video berdurasi lima menit itu ramai diperbincangkan di media sosial. Orang yang merekam kejadian ini menyebut, logistik dibakar lantaran kecewa pada pelaksanaan pemungutan suara.

Sebab, warga hanya mendapat surat suara pemilu legislatif dan tak mendapat surat suara pilpres.

Ia juga mengatakan, pemungutan suara pilpres di wilayah itu menggunakan sistem noken atau ikat. Warga merasa sistem ini tidak adil. Untuk diketahui, KPU menerapkan sistem noken di 12 kabupaten di Papua.

Penetapan penggunaan sistem noken/ikat ini tertuang dalam PKPU Nomor 810 Tahun 2019 tertanggal 5 April 2019.

Sebanyak 12 kabupaten ini yaitu Tolikara, Puncak Jaya, Puncak, Jayawijaya, Nduga, Paniai, Deiyai, Lanny Jaya, Yahukimo, Mambramo Tengah, Intan Jaya dan Dogiyai. (Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Sebut Surat Suara yang Dibakar di Papua adalah Logistik Tak Terpakai", https://nasional.kompas.com/read/2019/04/24/1 5312131/polri-sebut-surat-suara-yang-dibakar-d i-papua-adalah-logistik-tak-terpakai.

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved