Setelah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jembatan, Seorang ASN di Magelang Ditangkap Polisi

Setelah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jembatan, Seorang ASN di Magelang Ditangkap Polisi

Setelah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jembatan, Seorang ASN di Magelang Ditangkap Polisi
KOMPAS.com/Thinkstock
Ilustrasi penangkapan 

Setelah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jembatan, Seorang ASN di Magelang Ditangkap Polisi

POS-KUPANG.COM | MAGELANG - Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota mengamankan AS (50), seorang aparatur sipil negara ( ASN) warga Perumahan Pondok Rejo Asri RT 004 RW 012, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

AS diduga terlibat tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Sibangkong, di Dusun Wonorejo, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Dari hasil penyidikan dan barang bukti, AS sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Petugas KPPS dan Polisi Banyak Korban, Wapres Usulkan Pileg dan Pilpres Kembali Dipisah

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat.

AS yang saat itu menjabat sebagai Kepala UPT Pekerjaan Umum (PU) wilayah Kecamatan Bandongan mendapat tugas dari pemerintah desa setempat untuk menangani proyek pembangunan Jembatan Sibangkong senilai sekitar Rp 199 juta.

Gubernur NTB Imbau Masyarakat Berhati-hati Berkomentar di Media Sosial

Nilai proyek dirincikan sebesar Rp 21 juta untuk pekerjaan non-fisik dan anggaran sebesar Rp 178 juta untuk pekerjaan fisik.

"Akan tetapi, pada pelaksanaannya, proyek pembangunan tahap 1 Jembatan Sibangkong itu tersangka tidak menunjuk pihak ketiga sebagaimana semestinya," kata Idham, dalam gelar perkara di Mapolres Magelang Kota, Senin (22/4/2019).

Tersangka disebut hanya meminta bantuan staf seksi UPT PU wilayah Bandongan, untuk mencari dan membayarkan ongkos tukang, membelanjakan material semen dan menunjuk seseorang untuk membuat administrasi pekerjaan jembatan dari awal sampai akhir pekerjaan.

Selain itu, tersangka juga meminta staf seksi jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Magelang untuk membuat gambar rencana jembatan.

Menjelang pembayaran termin pertama dan pekerjaan sudah mencapai 60 persen, lanjut Idham, tersangka meminta bantuan lagi kepada Direktur CV YD atas nama YF untuk menandatangi dokumen kontrak pekerjaan pembangunan jembatan ini.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved