PMKRI Kupang Minta Masyarakat NTT Kawal dan Awasi Proses Perhitungan Suara

PMKRI) Cabang Kupang meminta agar masyarakat NTT mengawal daķn mengawasi proses rekapitulasi suara yang saat ini masih di tingkat Kecamatan

 PMKRI Kupang Minta Masyarakat NTT Kawal dan Awasi Proses Perhitungan Suara
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua PMKRI Cabang Kupang Engelbertus Boli Tobin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | COM -- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang  meminta agar masyarakat NTT mengawal daķn mengawasi proses rekapitulasi suara yang saat ini masih di tingkat Kecamatan. Pengawasan penting dilaksanakan agar tidak ada  kecurangan dan salah input data ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) NTT.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Engelbertus Boli Tobin mengatakan, demi menjaga transparansi rekapitulasi suara, ia meminta agar setiap peserta pemilu memandatkan saksi untuk menyaksikan dan mengawasi rekapitulasi per kecamatan. Hal ini ditegaskan Obi sapaan Engelbertus pada,  Selada (23/4/2019).

Tak Ada Izin Duel Persebaya vs Madura United di Gelora Bung Tomo-Surabaya, Piala Indonesia Ditunda

"Masyarakat NTT harus awasi betul, jangan sampai kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya ada data salah, kecurangan, dan penggelembungan suara. Kalaupun ada temuan dugaan kecurangan, masyarakat harus berani melaporkan ke Panwaslu atau Bawaslu agar ditindak sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Boli Tobin menegaskan, berdasarkan aturan, proses rekapitulasi di semua tingkat terbuka untuk masyarakat. Artinya, masyarakat bisa memantau secara langsung proses rekapitulasi dari tingkat TPS hingga KPU. Rekapitulasi di tingkat PPS biasanya digelar di balai desa agar warga bisa menyaksikan.

Persija Jakarta di Posisi Sulit, Pelatih Ivan Kolev Ungkap ada Tekanan Terbesar

Sementara itu, Presidium Gerakan Masyarakat (Germas) PMKRI Cabang Kupang, Emanuel Boli menjelaskan, pada tahap penghitungan suara, kecurangan KPPS bisa terjadi dengan menuliskan hasil yang berbeda antara hasil yang ada pada lembar catatan penghitungan suara plano alias C1 plano dengan penulisan hasil pada formulir C1.

Menurutnya,  dalam beberapa kasus, KPPS menyerahkan pengisian formulir hasil penghitungan suara ataupun rekapitulasi suara kepada saksi agar pengisian rekapitulasi lebih cepat. Di sinilah, celah manipulasi bisa terjadi sehingga timbul perbedaan hasil perolehan suara yang dimiliki penyelenggara dengan data peserta pemilu.

Mahasiswa FKIP Undana Kupang ini menuturkan,  oleh karena minimnya saksi, kecurangan bisa terjadi di tingkat desa dan kecamatan. Kredibilitas saksi juga penting.

Jika saksi bisa dibeli, salah satu pihak bisa melakukan kecurangan. Salah satu kubu juga bisa mendekati pengawas dan penyelenggara untuk melakukan kecurangan. Potensi terbesar terjadi kecurangan rekapitulasi hasil suara berada di penyelenggara tingkat bawah, yakni PPS yang berada di desa atau kelurahan dan panitia PPK. Proses rekapitulasi di dua tingkat terbawah itu rawan lantaran pelaksana penyelenggaraan merupakan tenaga sementara.

Terkait hal tersebut di atas, PMKRI Cabang Kupang meminta kepada Bawaslu NTT maupun Panwaslu setiap Kecamatan agar terus mengaktifkan remot pengawasan saat proses perhitungan suara berlangsung serta KPU NTT agar menjaga netralitas dan transparansi dalam rekapitulasi suara.

Selain itu, PMKRI Kupang menduga ada indikasi kecurangan berupa permainan angka terhadap perhitungan suara Calon DPD RI NTT sebagaimana telah diberitakan koran Timor Express (Timex) dan sejumlah informasi beredar di pesan grup whatsapp yang mengunggulkan Calon DPD tertentu.

Sehingga, menurut PMKRI Kupang, ini merupakan bagian dari upaya permainan dan penggiringan opini publik untuk memenangkan Calon DPD RI NTT tertentu.

Oleh karena itu, selain masyarakat, PMKRI Kupang menghimbau kepada Cabang-cabang PMKRI yang di NTT agar bersinergi bersama dalam mengawal dan mengawasi proses perhitungan/rekapitulasi  suara yang di daerah masing-masing agar berjalan sesuai rel atau aturan berlaku demi terwujudnya hasil pemilu yang Luber dan Jurdil. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved