Pemilu 2019

Tiga TPS di Lembata Gelar Pemungutan Suara Ulang

Ada Tiga TPS di Kabupaten Lembata yang Akan Gelar Pemungutan Suara Ulang

Tiga TPS di Lembata Gelar Pemungutan Suara Ulang
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Salah seorang komisioner KPUD Lembata sedang membacakan rekomendasi untuk PSU, di Sekretariat KPUD Lembata, Senin (22/4/2019). 

Ada Tiga TPS di Kabupaten Lembata yang Akan Gelar Pemungutan Suara Ulang

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lembata, akan segera menggelar pemilu ulang di tiga tempat pemungutan suara (TPS) di daerah itu. Tiga TPS tersebut, tersebar di dua daerah pemilihan (dapil) 1 dan dapil 2.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara (jubir) KPUD Lembata, Herman Tadon, ketika ditemui di Sekretariat KPUD Lembata, Senin (22/4/2019).

Di Pantai Selatan Sikka, Gelombang Mengamuk, Perahu dan Rumah di Paga Rusak

"Di Lembata ini ada tiga TPS yang digelar pemungutan suara ulang (PSU)," ujar Herman.

Dikatakannya, tiga TPS yang digelar PSU, yakni TPS 01 di Desa Lewoeleng, Kecamatan Lebatukan di dapil 2, dan dua TPS lainnnya di dapil 1 (Kecamatan Nubatukan), yakni TPS 11 di Kelurahan Selandoro dan TPS 01 di Kelurahan Lewoleba Barat.

Kasat Sabhara dan Kasat Lantas Pantau Pleno PPK di Boawae

KPUD Lembata, katanya, sudah membuat keputusan tentang dilakukannya pemungutan suara ulang pada 3 TPS tersebut. Sesuai agenda, pelaksanaan pemilu ulang tersebut, akan berlangsung Sabtu (27/4/2019). PSU itu dilaksanakan serempak pada hari itu.

Tentang masalah yang memicu dilaksanakan PSU tersebut, Herman mengungkapkan, sumber persoalannya adalah warga yang menggunakan KTP elektronik (e-KTP) melakukan pencoblosan di TPS-TPS tersebut. Warga tersebut ber-KTP tempat lain namun saat pemilu 17 April 2019 lalu, warga tersebut melakukan pencoblosan di TPS-TPS itu.

Terhadap PSU itu, lanjut Herman, dua kasus merupakan rekomendasi pengawas pemilu di TPS, sedangkan satu kasus lagi merupakan rekomendasi dari Ketua Panwascam Nubatukan, Yos Bala.

"Tiap pengawas pemilu di TPS itu, punya kewenangan mengeluarkan rekomendasi PSU jika ditemukan adanya kasus pada suatu TPS. Tapi jika pengawas TPS tidak melakukan itu, maka panwascam yang mengeluarkan rekomendasi tersebut. Seperti halnya pada tiga TPS itu," ujar Herman.

Untuk memperlacar PSU itu, katanya, komisioner KPUD Lembata telah berkoordinasi dengan Polres Lembata dan Bawaslu setempat. Selain itu, akan dikoordinasikan pula dengan PPK dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada masing-masing TPS. Dengan begitu semuanya siap menggelar kegiatan tersebut. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved