OJK NTT Ajak Media Ngobrol Bareng, Begini Harapannya

Robert Sianipar dan Manajer Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Kebijakan KPw BI, Andre Asa beserta jajajarannya.

OJK NTT Ajak Media Ngobrol Bareng, Begini Harapannya
POS KUPANG/YENI RACHMAWATY
Kantor OJK Provinsi NTT dan KPw BI Provinsi NTT Gelar Coffee Morning dan Ngobrop Santai Bareng Media di Lantai Dasar Kantor OJK NTT, Senin (22/4/2019). 

OJK NTT Ajak Media Ngobrol Bareng, Begini Harapannya

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Hari ini pertama kali Kantor OJK NTT menggelar pertemuan triwulan dengan media massa di Kantor baru OJk eks KPw BI di Jalan Tompello.

Menggusung tema "Coffee Morning dan Ngobrol Santai Bareng Media" pertemuan ini dihadiri oleh Kepala OJK NTT, Robert Sianipar dan Manajer Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Kebijakan KPw BI, Andre Asa beserta jajajarannya.

Robert dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini digelar untuk menindaklanjuti kesepakatan antara OJK dan KPw BI bersama media massa ketika gathering di Sumba Timur beberapa waktu lalu, dimana OJK dan BI akan bergantian untuk mengupdate kepada media mengenai perkembangan industri keuangan secara triwulanan.

"Hal ini penting kita laksanakan secara regular karena kami menyadari, media dan BI adalah mitra dan partner strategis bagaimana informasi perkembangan industri keuangan bisa sampai ke masyarakat. Tentunya peran bapak/ibu media yang bisa menyampaikan ini," tuturnya.

Selain penyebarluasana informasi salah, lanjutnya, salah satu fungsi yang dilakukan adalah fungsi edukasi keuangan kepada masyarakat.

Ia berharap media massa juga bisa menyampaikan berita yang mengedukasi bagaimana pelaku usaha atau masyarakat optimis melihat perkembangan bahwa pertumbuhan ekonomi perbankan rata rata lebih baik. Bagaimana kualitas kredit yang disalurkan masih di level dua persenan.
Robert baru saja menerima tamu dari direksi Bank MAS.

"Mengapa Bank tersebut ingin buka di Kupang? Karena berdasarkan data di wilayah Timur menunjukkan Kupang atau NTT kualitasnya masih lebih baik, sehingfa data ini membuat para pelaku usaha optimis. Mereka dari Jakarta optimis untuk bisa membuka kantor di sini yang tentunya akan menambah fungsi bank sebagai lembaga intermediasi dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Secara inklusi, kata Robert, masih lebih tinggi dari literasi. Dijelaskannya inklusi bagaimana masyarakat sudah mendapat akses keuangan. Ada yang meski belum paham produk jasa keuangan tapi sudah mendapatkan jasa keuangan.

"Ini akan kita tingkatkan literasinya, sehingga bisa terhindar dari investasi ilegal atau perusahaan tak berijin yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved