Ini Deretan Kisah Caleg Gagal dan Depresi Bawa Lari Kotak Suara Hingga Tutup Jalan Perumahan

Ini Deretan Kisah Caleg Gagal dan Depresi Bawa Lari Kotak Suara Hingga Tutup Jalan Perumahan.

Ini Deretan Kisah Caleg Gagal dan Depresi Bawa Lari Kotak Suara Hingga Tutup Jalan Perumahan
Kompas.Com/ Priombodo
Ini Deretan Kisah Caleg Gagal dan Depresi Bawa Lari Kotak Suara Hingga Tutup Jalan Perumahan. 

"Awalnya, saya didorong masyarakat Pekalongan untuk menjadi calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Pekalongan," tutur pemuda yang sudah tiga tahun bekerja sebagai asisten pribadi anggota DPR dari Partai Demokrat itu.

"Karena saya rajin bersosialisasi dengan masyarakat, dan kegiatan pemuda salah satunya Karang Taruna, masyarakat ingin saya mencalonkan diri."

Akhirnya, Chandra langsung mendaftarkan ke KPU setempat.

Tentunya sambil terpaksa dibebani utang dana kampanye.

Ternyata Partai Demokrat di daerahnya hanya mendapat satu kursi dan itupun sisa suara.

"Nggak sesuai harapan, Mas, karena partainya juga sedang digunjang-ganjing info tak sedap," jelas caleg gagal yang ingin menjual ginjalnya ini.

Polri Beri Kenaikan Pangkat Istimewa Tiga Anggota Polda NTT Gugur Saat Pengamanan Pemilu 2019

TPS yang Lakukan Pemungutan Suara Ulang di NTT Bertambah

Tiga TPS di Lembata Gelar Pemungutan Suara Ulang

"Harapan di sana mendapat dua kursi untuk Partai Demokrat malahan hanya mendapat satu kursi. Itu pun sisa suara."

Sementara kedua orangtuanya, ayahnya pensiunan masinis PT KAI dan ibunya wiraswasta sekaligus penjual sayur, juga sempat memberikan dana kepadanya sebesar Rp180 juta.

Uang tersebut digunakan untuk biaya kampanye.

Lantaran kalah dari lawannya yang sama partainya, Chandra sudah mulai kehilangan akal.

Halaman
1234
Editor: maria anitoda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved