Festival Paskah Jemaat Benyamin Oebufu Kupang, Momentum memulihkan Relasi yang Rusak

Tak hanya dalam bidang rohani-religius namun pula dalam bidang sosial-politik dan kemasyarakatan.

Festival Paskah Jemaat Benyamin Oebufu Kupang, Momentum memulihkan Relasi yang Rusak
POS KUPANG/RYAN NONG
Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti dan Majelis Gereja serta Panitia Festival Paskah GMIT Jemaat Benyamin Oebufu berpose sebelum pelepasan Karnaval pada Minggu (21/4/2019) siang di Gereja GMit Jemaat Oebufu. 

Festival Paskah Jemaat Benyamin Oebufu Kupang, Momentum memulihkan Relasi yang Rusak

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Festival Paskah 2019 Jemaat Benyamin Oebufu Kupang merupakan momen memulihkan semua relasi yang rusak dalam kehidupan jemaat dan masyarakat. Tak hanya dalam bidang rohani-religius namun pula dalam bidang sosial-politik dan kemasyarakatan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Majelis GMIT Benyamin Oebufu Pdt Grace Pandision saat sambutannya pada acara Festival Paskah Jemaat Benyamin Oebufu yang berlangsung di halaman gereja, Minggu (21/4/2019) siang.

“Kebangkitan Kristus harus mampu memulihkan segala relasi yang rusak, termasuk semua persoalan dan relasi dalam politik akibat perbedaan pandangan dan pilihan politik dalam pemilu,” katanya.

Tragedi Kematian Aiptu (Anumerta) Stef Pekuwali, Rencana Dampingi Anak Sidi Sirna

Sinopsis & Live Streaming Drama Korea Sky Castle Episode 6 Tayang Senin 22 April 2019 di Trans TV

BERITA POPULER: Ustadz Yusuf Mansur Berduka, Hadiah Jungkook & Doa Paus Fransiskus Untuk Sri Lanka

Ramalan Zodiak Hari ini Senin 22 April 2019, Hari yang Baik Untuk Capricorn, Aries Harus Sabar

Ia mengatakan bahwa Kristus telah mendamaikan seluruh umat dengan kebangkitannya.

Festival Paskah, jelasnya telah menyatakan dan memberi arti bahwa jemaat berkumpul dalam keragaman meskipun berbeda termasuk dalam hal pilihan politik namun menjadi satu kesatuan dalam jemaat Benyamin Oebufu.

“Kita itu nyata dalam keragaman, meskipun berbeda dalam pilihan politik, di sini kita berkumpul dan bersatu,” ujarnya.

Sebelumnya, Panitia Festival Paskah Penatua Johanis Muda menyampaikan bahwa Festival yang telah diselenggarakan berturut turut sejak tahun 2012 itu bukanlah rutinitas belaka.

Momen  tersebut merupakan momen untuk menyadari arti pengorbanan Yesus dalam misteri Paskah. Selain itu momen tersebut menjadi lebih berwarna dan kaya karena melibatkan kelompok agama dan etnis dan tentunya bekerjasama dengan pemerintah.

Festival Paskah Jemaat Benyamin Oebufu 2019 yang diadakan dalam tema Ikrar NTT Bangkit menuju Sejahtera, lanjutnya telah diawali dengan serangkaian kegiatan sejak 5 April 2019 lalu. Kegiatan tersebut antara lain lomba salib antar rayon, lomba kerajinan dan stand bazar yang dihadiri Jokowi, lomba menyanyi duet, Karnaval Etnik serta puncak dan penutup dengan konser musik rohani yang menampilkan Maria Shandi yang digelar pada Minggu pukul 17.00 Wita.

Seluruh umat dari 18 rayon gereja terlibat dalam seluruh rangkaian Festival tersebut.

Tampak pada acara pelepasan di Gereja Jemaat Benyamin Oebufu, seluruh jemaat menggunakan pakaian etnik sesuai dengan pembagian wilayah masing masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved