Empati Para Atlet terhadap Korban Tragedi Bom Sri Lanka

Sontak, masyarakat dari berbagai dunia pun tercengang dengan tragedi itu, termasuk dari kalangan para atlet dunia.

Empati Para Atlet terhadap Korban Tragedi Bom Sri Lanka
WTA
Martina Hingis dan Sania Mirza 

POS KUPANG.COM -- Tragedi ledakan bom terjadi di beberapa tempat di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019), atau saat umat Nasrani di sana sedang merayakan Paskah.

Berdasarkan informasi saat ini, ada enam ledakan bom yang terjadi. Tiga di gereja (di distrik Kochchikade, Negombo dan Batticaloa), dan tiga lainnya di hotel (Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel and Cinnamon Grand Colombo).

Pebulu Tangkis China Lin Dan Sebut Olimpiade Tokyo 2020 Menantang dan Menakjubkan

Kejadian tragis tersebut sampai menewaskan lebih dari 100 orang, dan lebih dari 400 orang mengalami luka-luka.

Sontak, masyarakat dari berbagai dunia pun tercengang dengan tragedi itu, termasuk dari kalangan para atlet dunia.

Petenis profesional asal India, Sania Mirza, adalah salah satu atlet yang mengekspresikan kesedihan dan empati atas para korban ledakan bom.

"Apa yang terjadi pada dunia ini? Semoga Tuhan membantu kita semua, sungguh... #SriLanka," tulis Mirza melalui akun Twitter-nya.

Petenis legendaris asal Jerman yang pernah melatih Novak Djokovic, Boris Becker, turut mengutarakan hal serupa lewat media sosial.

"Semua doa dan belasungkawa saya bagi orang-orang #SriLanka #srilankaterrorattack," tulis Becker.

Ucapan juga mengalir dari pebulu tangkis ganda putri India, Jwalla Gutta, serta salah satu klub sepak bola raksasa Inggris, Manchester United.

Aksi teror bom di Sri Lanka turut mendapatkan sorotan sekaligus kecaman dari para pemimpin dunia.

Di antara korban tewas diyakini terdapat belasan warga asing dari Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat.
Sumber-sumber di rumah sakit menyebut ada kemungkinan warga Jepang yang terluka akibat insiden yang menyasar hotel dan gereja ini.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern memberikan dukungan dan menyebut serangan itu sebagai hal yang amat menghancurkan.

"Selandia Baru mengecam semua tindakan terorisme dan keteguhan hati kami diperkuat dengan serangan teror pada 15 Maret di negara kami," ujar Ardern.
"Melihat sebuah serangan di Sri Lanka saat orang-orang beribadah di gereja dan di hotel sungguh amat menghancurkan," tambah dia. *)

Aparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019).
Aparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019). (KOMPAS.com/AFP/STR)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved