Pemilu 2019

Bawaslu Ende Temukan 10 Orang Mati Ikut Coblos

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Ende Temukan 10 Orang Mati Ikut Coblos

Bawaslu Ende Temukan 10 Orang Mati Ikut Coblos
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Ketua Bawaslu Ende, Natsir Koten 

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Ende Temukan 10 Orang Mati Ikut Coblos

POS-KUPANG.COM | ENDE - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Ende menemukan indikasi pelanggaran Pemilu yang terjadi di Kecamatan Lepembusu Kelisoke karena terjadi pencoblosan oleh KPPS sebanyak 10 orang padahal yang bersangkutan sudah mati.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ende, Natsir Koten mengatakan hal itu kepada POS- KUPANG.COM, Senin (22/4/2019) di Ende ketika dikonfirmasi mengenai temuan Bawaslu Kabupaten Ende atas pelanggaran Pemilu di Kabupaten Ende.

Pemilu di Ende, Baru Dua Kecamatan Gelar Pleno di Tingkat PPK

Natsir mengatakan bahwa 10 warga memang telah terdaftar sebagai pemilih namun pada saat waktu pencoblosan mereka tidak hadir karena sudah meninggal. Melihat hal tersebut KPPS berinisiatif melakukan pencoblosan.

"Kami akan kaji lebih lanjut karena informasi menyatakan bahwa KPPS yang mencoblos namun ada juga yang menyatakan bahwa KPPS membiarkan orang lain mencoblos atas nama 10 warga yang telah meninggal,"kata Natsir.

9 Kecamatan di Ende Rawan DBD, Ahmad Gulung Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Natsir mengatakan bahwa secara umum ada 4 indikasi pelanggaran Pemilu di Kabupaten Ende masing-masing di Kecamatan Ende Utara dan Kecamatan Nangapanda dan Kecamatan Ende Selatan serta Kecamatan Lepembusu Kelisoke.

Natsir mengatakan bahwa berdasarkan temuan dari Bawaslu Kabupaten Ende menyatakan bahwa saat ini ada 4 indikasi pelanggaran Pemilu di Kabupaten Ende yakni yang terjadi di Kecamatan Ende Utara tepatnya di Daerah Mbomba berupa adanya indikasi politik uang yang dilakukan oleh oknum caleg.

Pelanggaran yang kedua terjadi di Kecamatan Ende Selatan berupa salinan di C 1 plano berbeda dengan berita acara.

Sedangkan pelanggaran yang ketiga terjadi di Kecamatan Nangapanda ada surat suara yang dihilangkan serta pelanggaran yang keempat terjadi di Kecamatan Lepembusu Kelisoke yakni petugas KPPS membiarkan orang lain mencoblos atas nama warga yang sebenarnya sudah meninggal dunia.

"Terhadap 4 indikasi pelanggaran tersebut sedang dikaji oleh Bawaslu Kabupaten Ende apa memang benar-benar terjadi pelanggaran sebagimana yang dilaporkan atau tidak ada dengan demikian akan diambil sikap selanjutnya oleh Bawaslu," kata Natsir.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved