Scudetto Juventus di Tengah Kegagalan Liga Champions

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengungkap perasaannya terkait keberhasilan tim menjuarai Serie A Liga Italia di tengah kegagalan melaju ke s

Scudetto Juventus di Tengah Kegagalan Liga Champions
AFP/Marco Bertorello
Massimiliano Allegri belum putuskan formasi jelang laga melawan Ajax, Rabu (10/4/2019) 

POS KUPANG.COM - - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengungkap perasaannya terkait keberhasilan tim menjuarai Serie A Liga Italia di tengah kegagalan melaju ke semifinal Liga Champions musim ini.

Juventus baru saja memastikan scudetto, alias gelar juara Serie A, setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Stadion Allianz, Sabtu (20/4/2019).

Dengan kemenangan tersebut, Juve memastikan gelar juara Serie A kedelapan kalinya secara beruntun sejak 2012.

Dengan koleksi 87 poin, Juve sudah tak bisa terkejar lagi oleh Napoli yang kini menduduki peringkat kedua dengan 67 poin.

Dengan masih menyisakan enam pertandingan, raihan maksimal yang bisa didapat Napoli hanya 85 poin.

Namun, tiga hari sebelum itu, Juve sebenarnya mengalami kegagalan di Liga Champions.

Di luar dugaan, Cristiano Ronaldo dkk disisihkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam, pada fase perempat final, Selasa (16/4/2019).

Terkait hal itu, menurut Allegri, gelar juara Serie A tetap pantas dirayakan meski Juventus gagal di Liga Champions.

"Ini adalah scudetto dan perlu dirayakan karena tidak mudah untuk menang. Kami mengamankan gelar dengan lima pertandingan tersisa dan itu membuktikan betapa luar biasanya musim kami," ucap Allegri dikutip dariFootball Italia.

"Ada lawan yang kuat di Liga Champions tahun ini, seperti pada Oktober saya melihat Tottenham bermain di Barcelona dan menyadari bahwa tim Catalan itu adalah favorit untuk meraih trofi," katanya.

Mantan Juara Dunia Danny Garcia Ancam Petinju Pacquiao

Allegri pun lebih memilih agar bisa memperbaiki Juventus supaya bisa lebih baik pada kompetisi musim depan.

"Kami kalah, tetapi tim tidak harus membiarkan 'kepalanya jatuh'. Pada Selasa, ada 30 menit lagi yang tersisa dan kami kalah 1-2, jadi kami bisa melawan. Penting untuk mempelajari cara menangani peristiwa tak terduga," katanya.

"Hal utama yang harus kami tingkatkan tahun depan adalah bagaimana bermain dengan kondisi pikiran yang tenang dan percaya diri. Kami dapat melakukannya karena itu dapat membuat perbedaan di pertandingan besar," ujar Allegri. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved