Polda NTT Usulkan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Gugur Saat Kawal Pemilu

Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa untuk anggota Polres Kupang Aiptu Stefanus Pekuali (40).

Polda NTT Usulkan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Gugur Saat Kawal Pemilu
POS KUPANG/RYAN NONG
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman di ruang kerjanya, Rabu (10/4/2019). 

Polda NTT Usulkan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Gugur Saat Kawal Pemilu

POS-KUPANG.COM-  Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa untuk anggota Polres Kupang Aiptu Stefanus Pekuali (40).

Aiptu Stefanus gugur setelah menjalankan tugas pengamanan Pemilu 2019 di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Kapolda NTT Irjen Polisi Raja Erizman mengatakan, pihaknya mengupayakan kenaikan kepangkatan Stefanus. "Kami sudah usulkan ke Mabes Polri dan masih berproses," ujar Erizman kepada Kompas.com, Sabtu (20/4/2019) malam.

Polisi Meninggal Usai Kawal Kotak Suara Pilpres 2019

"Saat ini sedang disiapkan admnistrasinya, dan data Aiptu Stefanus,"kata Erizman. Ssbelumnya diberitakan, Aiptu Stefanus Pekuali (40), anggota Polres Kupang, NTT, yang sehari-hari merupakan Kepala Pos Polisi (Kapospol) Tuapukan, meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, Jumat (19/4/2019) pagi.

Stefanus, yang mengendarai sepeda motor Honda CBR dengan nomor polisi DH 4826 KF, bertabrakan dengan mobil pick up bernomor polisi DH 8194 CB, yang dikemudikan oleh Duagus Kabnani. Aipda Stefanus, sedianya hendak pulang ke rumahnya di Perumahan Matani, Desa Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, setelah selesai melakukan tugas piket pengamanan kotak suara di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kupang Timur.

Baca juga: Polisi yang Gugur Saat Kawal Kotak Suara Dapat Kenaikan Pangkat

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Seran mengatakan, lokasi kejadian di Jalan Timor Raya, Kilometer 20, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kejadian itu terjadi ketika Aiptu Stefanus Pekuali bergerak dari arah Babau menuju ke arah Kupang.

"Sesampainya di tempat kejadian, datang dari arah berlawanan mobil pick up dengan membawa delapan orang penumpang, yang dikemudikan Duagus Kabnani," kata Simon kepada Kompas.com, Jumat petang.

Aiptu Stefanus secara tiba-tiba bergerak ke kanan jalan. Karena jarak yang sudah dekat, pengendara mobil tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya sehingga terjadi tabrakan. Akibat tabrakan itu, Aiptu Stefanus terjatuh dari sepeda motor dan terpental di badan jalan.

Kelelahan, Polisi di Bandung Meninggal Usai Kawal Kotak Suara

Kedua kendaraan bermotor itu sama-sama mengalami kerusakan parah. Demikian pula dengan Aiptu Stefanus. Kepalanya terbentur badan jalan dan mengalami luka serius. Darah segar keluar dari telinga dan langsung meninggal di tempat. Sementara itu, tiga orang penumpang termasuk sopir, menderita luka ringan.

Jenazah Aiptu Stefanus lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk divisum. Sedangkan tiga penumpang mobil, dibawa ke Puskemas Oesao untuk diberi perawatan medis.

Barang bukti mobil pick up dan sepeda motor sudah diamankan oleh Satuan Lalu Lintas dan sopir pick up juga sudah diperiksa.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda NTT Usulkan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Gugur Saat Kawal Pemilu"

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved