Setelah Dilantik Ridwan Kamil, Bima Arya Janji Fokus Tangani Kemacetan di Kota Bogor

Setelah Dilantik Ridwan Kamil, Bima Arya Janji Fokus Tangani Kemacetan di Kota Bogor

Setelah Dilantik Ridwan Kamil, Bima Arya Janji Fokus Tangani Kemacetan di Kota Bogor
KOMPAS.com/Dokumentasi Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wali Kota Bogor Bima Arya dalam acara pelantikan kepala daerah di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019). 

Setelah Dilantik Ridwan Kamil, Bima Arya Janji Fokus Tangani Kemacetan di Kota Bogor

POS-KUPANG.COM | BANDUNG - Bima Arya dan Dedie Rachim resmi dilantik sebagai Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor. Proses pelantikan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019).

Bima mengatakan, pada periode keduanya ia akan fokus untuk mengatasi masalah transportasi dan kemacetan di Bogor.

Viral, Video Pria Banting dan Hancurkan TV karena Kesal Prabowo Kalah di Quick Count

Salah satu yang jadi sorotan yakni konversi angkutan kota ke bus. "Ya ini transportasi belum jalan maksimal seperti proses konvensi mengganti angkot menjadi bis instra pakuan belum maksimal. Kemudian beberapa titik kemacetan itu masih menjadi proritas utama kita," kata Bima.

Pada masa kepemimpinannya sekarang, ia tak mengumumkan program 100 hari kerja. Bima mengatakan, hanya melanjutkan program yang sudah ia rancang pada periode pertamanya.

Hasil Quick Count Pileg 2019 Indikator: 9 Parpol Lolos ke Senayan

"Kita tidak ada program 100 hari, bagi kita Bogor harus terus berlari tidak ada program 100 hari, setiap hari harus terus berlari. Jadi tetap dilanjutkan," ungkapnya.

Bima juga siap mendukung rencana Pemporv Jabar yang menunjuk Kota Bogor sebagi lokasi percontohan program daur ulang plastik menjadi bahan bakar.

Menurut dia, program itu sangat positif untuk mengurangi sampah platik di Kota Bogor.

"Sedang mencari lokasinya sekarang dengan pihak investor. Potensinya besar karena sampah plastik masih banyak dan kita juga punya lahan di (TPA) Galuga yang bisa digunakan mulai tahun depan. Karena kita kan pindah ke Nambo, nah disitu kita rencanakan pengolah plastiknya," jelasnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved