Prosesi Jumat Agung Perkuat Jati Diri

Prosesi Jumat Agung merupakan prosesi iman untuk memperkuat jati diri kita. Jati diri dalam menjalani hidup menuruti ajaran Yesus Kristus.

Prosesi Jumat Agung Perkuat Jati Diri
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
PERAHU TUAN MENINU -- Perahu ini yang akan menghantar Tuan Meninu menuju Pante Kuce, Jumat (19/2019). 

Prosesi Jumat Agung Perkuat Jati Diri

POS-KUPANG.COM| LEWOLEBA -- Prosesi Jumat Agung merupakan prosesi iman untuk memperkuat jati diri kita. Jati diri dalam menjalani hidup menuruti ajaran Yesus Kristus.

Hal itu disampaikan Uskup.Larantuka, Mgr. Frana Kopong Kung, Pr, dalam khotbahnya saat memimpin Misa Jumat Agung di Gereja Katedral Larantuka, Jumat (19/4/2019).

Misa di gereja itu setelah umat mengikuti prosesi laut mengantar Tuan Meninu dari Kota Rewido ke Pohon Sirih lalu umat mengarak Tuan Ana dan Tuan Ma ke Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka. Di gereja inilah umat katolik memulai prosesi Semana Santa keliling Kota Reinha. Prosesi itu mengenang sengsara dan wafatnya Yesus Kristus.

Dikatakannya, Yesus rela mengorbankan diri untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Pengorbanan diri secara total hingga wafat di kayu salib itu merupakan gambaran betapa besar cinta Tuhan pada umatNya.

Jalan Salib Hidup GMIT Klasis Kupang Barat, Yesus Dipukuli dan Disiksa Sejauh Empat Kilometer

Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 20 April 2019, Aries Stres Karena Gosip, Leo Sepi, Zodiak Lain?

Kabar Duka Datang dari Raisa, Istri Hamish Daud Ini Kehilangan Orang Tercinta, Siapa Dia?

Untuk itu, pesan Uskup Kopong Kung, umat kriatiani hendaknya memaknai kisah sengsara dan wafatnya Yesus Kristus itu dalam hidup sehari-hari. Bahwa Yesus mengajarkan cinta kasih yang utuh kepada umat.

Cinta yang berarti memaafkan, cinta yang artinya rela berkorban, cinta yang penuh kasih, ada ketulusan, ada kekuatan, ada peneguhan, ada militansi, ada kesederhanaan, ada komitmen dan lainnya.

Untuk itu, melalui Prosesi Semana Santa, Uskup Frans Kopong Kung mengajak umat untuk merenungi semua kisah hidup Yesus itu, kemudian mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian, hidup yang dilalui, yang dijalani akan semakin baik.

"Salib Yesus jadi sumber kekuatan bagi kita untuk mewartakan cinta dan kasih. Kasih berarti ikhlas memberi tanpa pamrih, rela berkorban, memberi dari kekurangan, melayani dengan ketulusan. Semua teladan itu telah diberikan Yesus pada kita," pesannya.

Disaksikan Pos Kupang.Com, prosesi Semana Santa pada Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka itu, berjalan aman dan tertib. Semua umat larut dalam doa dan lagu. Prosesi yang diikuti ribuan umat Katolik itu, menghabiskan waktu sekitar 6 jam, mulai pukul 20.00 Wita hingga berakhir pukul 02.00 dini hari. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved