Umat Katolik Rayakakan Misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis TTS

Ada tradisi khusus dalam setiap perayaan Misa Kamis Putih yaitu, pembasuhan kaki para murid (petugas, red) oleh Imam yang memimpin perayaan Ekaristi.

Umat Katolik Rayakakan Misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis TTS
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Romo Ade sedang membasuh kaki para murid dalam perayaan misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis, Kamis (18/4/2019) malam 

Umat Katolik Rayakakan Misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis TTS

POS-KUPANG. COM| SOE -- Hari ini, Kamis (18/4/2019) umat Katolik merayakan Misa Kamis Putih untuk mengenang misteri perjamuan terakhir yang diadakan Yesus bersama para muridnya, sebelum Yesus menyerahkan dirinya untuk menanggung sengsara hingga wafat di atas kayu salib.

Umat Katolik yang berada di wilayah Nonohonis, Kabupaten TTS juga menggelar perayaan misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis tepat pukul 18.30 WITA yang dipimpin Romo Ade Ujang Pr. Perayaan Misa berlangsung dalam suasana penuh kesederhanaan khas Kapela di pedesaan, namun tak mengurangi suasana khusyuk Misa Kamis Putih.

Ada tradisi khusus dalam setiap perayaan Misa Kamis Putih yaitu, pembasuhan kaki para murid (petugas, red) oleh Imam yang memimpin perayaan Ekaristi.

Pamatwil, Karo Rena Polda NTT Lakukan Pengecekan TPS Pasca Penghitungan Pemilu 2019

Ribuan Umat Hadiri Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki St. Yohanes Pemandi Naesleu

SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming Napoli Vs Arsenal Perempat Final Liga Europa

SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming Chelsea vs Slavia Praha Liga Europa Skor 0-0

Romo Ade dalam khotbahnya mengatakan, peristiwa pembasuhan kaki tidak boleh hanya dilihat sebagai sebuah tradisi dalam setiap perayaan Misa Kamis Putih saja. Lewat Peristiwa ini, sebenarnya Yesus ingin menyampaikan dua hal penting kepada umatNya.

Pertama, Yesus ingin mengajak umatNya untuk memperhatikan mereka yang "kotor dan lemah" yang berada di sekitar kita. Kedua, Yesus ingin mengajak umatNya untuk membasuh kaki rohani ( Hati), karena Hati memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.

Romo Ade menyebut, Yesus memiliki pesan khusus sehingga ia memilih untuk membasuh kaki para murid, bukan tangan atau wajah para murid.

Kaki manusia memiliki peran yang sangat penting, namun sering manusia tidak memperhatikan kebersihannya. Kaki cenderung menjadi bagian tubuh manusia yang paling kotor bahkan berdaki karena kurang mendapatkan perhatian dari kita.

Namun, dalam peristiwa perjamuan terakhir, justru kakilah yang menjadi bagian tubuh yang dipilih Yesus untuk dibasuh. Yesus menaruh perhatian pada bagian tubuh yang paling kotor yang sering tidak mendapatkan perhatian dari manusia.

Lewat peristiwa pembasuhan kaki, Yesus ingin mengajak umatnya untuk memperhatikan mereka yang dinilai kotor, lemah dan yang kurang beruntung yang ada disekitar kita.

Selain itu, melalui peristiwa pembasuhan kaki, Yesus ingin mengajak umatNya untuk senantiasa membasuh kaki rohani (hati) agar senantiasa bersih sehingga dapat menopang kehidupan rohani dengan baik. Hati manusia harus senantiasa dibasuh agar bersih. Dengan hati yang bersih, manusia memiliki kemampuan untuk menghindari diri dari perbuatan dosa.

" Lewat peristiwa Kamis Putih Yesus ingin mengajak kita semua untuk menaruh perhatian kepada sesama kita yang lemah, yang kurang beruntung. Kita diajak untuk berbuat kasih kepada mereka. Selain itu, misteri perjamuan terakhir mengajak kita untuk senantiasa merawat dan membersihkan hati kita agar terhindar dari perbuatan dan perkataan "kotor" yang hanya mendatangkan dosa," ingatnya.

Perayaan misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis ditutup dengan pentatahan Sakramen Maha Kudus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved