Dosen FKIP Unmuh Adakan Kegiatan Pengmas untuk Kuatkan Budaya Literasi di Madrasah

Kegiatan ini bertujuan mengaplikasikan teori yang dikembangkannya dalam kegiatan-kegiatan penelitian untuk kepentingan masyarakat.

Dosen FKIP Unmuh Adakan Kegiatan Pengmas untuk Kuatkan Budaya Literasi di Madrasah
Foto dari UNMUH untuk POS KUPANG.COM
Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi (catur dharma perguruan tinggi muhammadiyah) yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen. Kegiatan ini bertujuan mengaplikasikan teori yang dikembangkannya dalam kegiatan-kegiatan penelitian untuk kepentingan masyarakat. Hal ini juga dilakukan Dosen FKIP Unmuh Kupang di Madarasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda, Madarasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas, dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hikmah di Kota Soe - TTS, Selasa, (16/4/2019). 

Dosen FKIP Unmuh Adakan Kegiatan Pengmas untuk Kuatkan Budaya Literasi di Madrasah

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi (catur dharma perguruan tinggi muhammadiyah) yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen.

Kegiatan ini bertujuan mengaplikasikan teori yang dikembangkannya dalam kegiatan-kegiatan penelitian untuk kepentingan masyarakat.

Hal ini juga dilakukan Dosen FKIP Unmuh Kupang di Madarasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda, Madarasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas, dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hikmah di Kota Soe - TTS, Selasa, (16/4/2019).

Dalam keterangan pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu (17/4/2019),kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang dosen di 5 (lima) Program Studi lingkungan FKIP Unmuh Kupang, yakni Program Studi Pendidikan Biologi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Pendidikan Sosiologi, Program Studi Pendidikan Matematika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan mahasiswa sejumlah 30 orang.

Pada kegiatan ini panitia mengangkat tema “Penguatan Budaya Literasi Sekolah Dalam Rangka Pembentukan Karakter Siswa di Era Revolusi Industri 4.0”. Tema ini didasari pada kegelisahan rendahnya budaya literasi masyarakat Indonesia.

Tingkat kemampuan literasi yang rendah menyebabkan berita palsu atau saat ini dikenal dengan HOAX lebih dipercaya daripada fakta sesungguhnya. Era Revolusi 4.0, menuntut generasi pelajar saat ini untuk memiliki kemampuan literasi yang baik, karena persaingan industri menuntut generasi penerus Bangsa Indonesia sebagai produsen bukan hanya sebagai pasar industri saja.

Awang Notoprawiro Optimis Duduk di Senayan

Info Rekrutmen Bersama BUMN: Hasil Assessment Tata Nilai Diundur hingga 2 Mei, Cek Info Gaji Terbaru

CPNS 2019 & P3K/PPPK Tahap II Segera Dibuka, Ini Daftar Instansi Terbanyak/Sedikit Dilamar di 2018

Ada 33 TPS Belum Antar Kotak Suara Hasil Pemilu 2019 Ke Tingkat PPK Kecamatan Kota Waingapu

Sekolah merupakan fasilitas yang memadai untuk menciptakan dan mengembangkan budaya literasi ini.

Kepala Madarasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda, Muhammad Uba, S.PdI, Kepala Madarasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas Fitriadi, S.Pd, dan Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hikmah Dra Hj. Musyawarah, MM, menyambut baik dan gembira atas kedatangan para dosen dan mahasiswa. Karena para pendidik mendapatkan pembaharuan keilmuan dari hasil berbagi dengan para dosen demikian juga para siswa mendapatkan pengalaman baru diajar oleh dosen.

Muhammad Uba, S.PdI selaku perwakilan sekolah berharap agar kegiatan seperti ini sering dilakukan, ”kami menanti kehadiran Bapak/Ibu dosen di kesempatan berikutnya, jangan sampai ini menjadi kegiatan pertama sekaligus terakhirnya Bapak/Ibu Dosen di sekolah kami," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved