Jumat Agung

Di Nagekeo, Ribuan Umat Katolik Stasi Santa Maria Penginanga Ikut Tablo, Begini Suasananya

Ribuan umat Katolik Stasi Santa Maria Penginanga Paroki Stela Maris Danga di Mbay Kabupaten Nagekeo mengikuti ritual jalan salib (Tablo) dengan peme

POS KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Suasana Tablo oleh OMK Stasi Santa Maria Penginanga Paroki Stela Maris Danga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Jumat (19/4/2019) pagi. 

Proses Tablo berlangsung sekitar 2 jam ribuan umat yang mengikuti prosesi jalan salib ini berkumpul di depan gereja untuk menyaksikan fragment Yesus mati di kayu salib.

Sekitar puluhan pemeran dalam fragment jalan salib ini mengenakan sarung tenun adat Kabupaten Nagekeo.

Kenakan Busana Muslimah, Sriyanti Maharani Tak Ketinggalan Ikut Prosesi Jumat Agung

Ribuan umat Katolik tampak khusuk menyaksikan pementasan fragmen dan jalan salib hidup atau tablo merupakan penggambaran penderitaan yesus kristus saat akan disalib di bukit Golgota.

Dalam prosesi ini umat katolik berjalan kaki sejauh dua kilometer mengikuti rute jalan salib hidup Yesus Kristus pada sekitar lokasi Stasi Santa Maria Penginanga.

Mereka larut dalam drama penyaliban yesus tak sedikit umat menitikkan air mata mereka mengenang pengorbanan yesus atas dosa-dosa manusia.

Ketua OMK Stasi Penginanga, Emanuel Rabu, kepada wartawan, mengatakan, fragment ini bukan mendramatisasikan injil namun menghidupkan injil di tengah umat.

Emanuel menyebutkan pada ritual itu fragmen ke 6 membuat sejumlah umat menagis ketika y
Yesus diusapi mukanya yang berlumuran darah oleh seorang perempuan bernama Veronica yang iba melihat penderitaan Yesus akibat siksaan serdadu.

"Pesan jalan salib kali ini mengambil tema solidaritas sebagai pesan kepada umat agar selalu bersolider yang mau melayani sesama yang berkesusahan tanpa pamrih," ujarnya.

Ia mengungkapkan selain jalan salib ribuan umat katolik di wilayah itu juga akan mengikuti perayaan cium salib yang dimulai pukul 15.00 Wita dan akan mengikuti perayaan Sabtu suci atau malam Paskah pada sabtu malam nanti serta Minggu (21/4/2019) sebagai hari raya Paskah.

Ia berharap fragmen yang dipentaskan dapat membawa berkat dan meneruskan pesan cinta kasih kepada seluruh umat Katolik di dunia. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved