Dua Minggu Tinggal Bersama Pacar, Siswi SMK Kupang Mengaku Tiga Kali Berhubungan Badan

Tonci Nuban merupakan seorang sopir tembak line 6 jurusan Oebufu-Kupang. Dan korban merupakan siswi kelas XI

Dua Minggu Tinggal Bersama Pacar, Siswi SMK Kupang Mengaku Tiga Kali Berhubungan Badan
istimewa/wa/Tribun Medan
Dua Minggu Tinggal Bersama Pacar, Siswi SMK Kupang Mengaku Tiga Kali Berhubungan Badan 

Alhasil, Siswi tersebut akhirnya ditemukan di rumah keluarga pacarnya, Tonci Nuban.

Tonci Nuban ternyata membawa MCRM tinggal bersamanya di rumah kakak kandungnya Yune Pah Nael yang terletak di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang, Tengah Kabupaten Kupang.

TIDAK LIVE RCTI! Link Live Streaming Villarreal vs Valencia 8 Besar Liga Europa Jumat Dini Hari

Sholat Tahajud! Niat, Syarat, Doa dan Istighfar Setelah Sholat Tahajud Menurut Rosulallah SAW

Pihak keluarga langsung bergerak cepat untuk menangkap pelaku dan membawakan pulang anggota keluarganya.

Keberadaan siswi tersebut diketahui karena MCRM meminta sejumlah uang ke ibunya.

Pihak keluarga pun meminta no rekening bank sehingga dapat mengirim uang untuk MCRM.

"Dia telepon minta uang, jadi kami lacak dari no rekening bank," ungkap kakak kandung korban, Ivana Anggiana Mbooh (21) ketika ditemui di Mapolres Kupang Kota pada Senin (15/4/2019) siang.

Pihak keluarga lalu berkoordinasi dengan kepolisian Resort Kupang Kota.

Namun, lanjut Ivana, pihak kepolisian tengah melakukan pengamanan untuk pemilu 2019.

"Kami bersama keluarga ke rumah itu, akan tetapi pelaku kabur dari pintu belakang. Dia lari ke persawahan. Jadi kami bawa kakak kandungnya ke sini (Mapolres Kupang Kota)," paparnya.

Pihak keluarga pun membawa kakak kandung pelaku ke Mapolres Kupang Kota pada Senin siang untuk diambil keterangannya.

Pihak keluarga juga tidak terima dan menginginkan pacar MCRM yakni Tonci Nuban yang berprofesi sebagai sopir tembak di kota Kupang untuk diproses hukum.

Pasalnya, selama kabur dari rumah, Tonci Nuban telah melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan MCRM.

"Kami akan laporkan (dugaan kasus pencabulan). Kami ingin pelaku diproses hukum, kakak kandung pelaku juga harus dihukum karena turut serta mendukung perbuatan adiknya," paparnya.

Selain itu, lanjut Ivana, kejadian hilangnya korban dari rumah bukan kali pertama, sebelumnya pada pertengahan Maret lalu korban pun kabur dan tinggal bersama pelaku selama lima hari.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kanit PPA Bripka Bregitha N. Usfinit, SH membenarkan laporan polisi terkait orang hilang tersebut.

"Kami proses laporan anak hilang dan saat anak tersebut telah ditemukan dan anak tersebut telah dikembalikan ke orangtuanya," paparnya ke ketika ditemui POS-KUPANG.COM pada Selasa (16/4/2019).

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan interogasi dan mengambil keterangan dari korban. Korban pun mengakui telah berhubungan badan dengan pelaku.

"Kami sudah lakukan interogasi dengan korban. Dan ia mengakui sudah berhubungan badan dengan pelaku atau pacarnya (pelaku). Hanya pihak keluarga korban belum melakukan laporan terkait pencabulan terhadap korban," katanya.

Siswi SMP Dicabuli

Remaja putri berinisial FDAT (15) siswi SMP di Kupang, NTT dicabuli pria saat menginap di rumah temannya.

Ia bersama ibu dan didampingi kuasa hukumnya, Hery Batileo membuat laporan ke kepolisian dengan tuduhan pencabulan anak di bawah umur, pada Selasa (15/1/2019) sekira pukul 12.00 WITA.

Dikutip Tribun Video dari Pos Kupang, Hery menjelaskan, awalnya korban menginap di rumah sahabatnya di Jalan Nangka, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang pada Selasa (8/1/2019) sekira pukul 04.00 WITA.

Saat itu korban nongkrong dengan sahabatnya dan beberapa remaja lain yang tinggal di tempat itu di sebuah teras milik tetangganya.

Namun para remaja yang duduk di bangku SMA tersebut mulai minum minuman keras sekira pukul 23.00 WITA.

FDAT memutuskan untuk pindah dari tempat itu dan menuju teras rumah milik sahabatnya karena telah larut malam.

Namun DR si pelaku datang menyusul dan melakukan tindakan tak senonoh pada korban.

"Remaja pelaku itu langsung peluk dan memegang kemaluan korban. Untung korban kemudian menendangnya sehingga tidak berlanjut pada hal yang lebih parah," ujar Hery.

Korban mengalami sakit di bagian kemaluan hingga beberapa hari.

Atas perlakuan yang dialaminya korban membuat laporan ke kepolisian.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH membenarkan laporan tersebut.

Ia mengatakan jika kasus yang dilaporkan dengan didampingi oleh kuasa hukum dari LBH Surya itu ditangani Unit PPA.

"Benar ada laporan kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur oleh korban yang didampingi oleh LBH Surya, saat ini ditangani PPA," katanya.

Kasus pencabulan di bawah umur oleh orang yang mabuk juga pernah terjadi di Maluku Tenggara.

Saat itu, pelaku SY memerkosa bocah berusia 2 tahun saat pelaku dalam keadaan mabuk.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Indra Fadillah Siregar menjelaskan, awalnya orangtua korban keluar dari rumah untuk menonton pesta kampung pada Selasa (1/1/2019) sekira pukul 01.10 WIT.

Pelaku yang dalam kondisi mabuk datang ke rumah korban dan langsung membawanya.

Korban diperkosa hingga tak sadarkan diri. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved