Penyelundupan Komodo

TNK Pasang CCTV Di Kelimutu, Pasca-Penyelundupan 41 Ekor Komodo ke Luar Negeri

TNK Pasang CCTV Di Kelimutu, Pasca-Penyelundupan 41 Ekor Komodo ke Luar Negeri

TNK Pasang CCTV Di Kelimutu, Pasca-Penyelundupan 41 Ekor Komodo ke Luar Negeri
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar - TNK Pasang 5 Unit CCTV Di Kelimutu, Pasca-Penyelundupan 41 Ekor Komodo ke Luar Negeri 

TNK Pasang CCTV Di Kelimutu, Pasca-Penyelundupan 41 Ekor Komodo ke Luar Negeri

POS-KUPANG.COM|ENDE - Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) memasang 5 unit CCTV (kamera pengawas) di Kawasan Taman Nasional Kelimutu masing-masing di Desa Kurulimbu dan di Pintu Masuk Danau Kelimutu juga di Tempat Parkir serta di Puncak Danau Ata Bupu dan Puncak Dana Ata Polo.

Pemasangan CCTV ini sebagai langkah mengantisipasi terjadinya penyelundupan Komodo. Seperti diketahui, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor Komodo ke luar negeri, Rabu (27/3/2019).

Plh Kepala Taman Nasional Kelimutu, Ende, Joko Waluyo, Senin (15/4/2019) mengatakan, pelaksanaan pemasangan kamera CCTV di Taman Nasional Kelimutu merupakan sebuah langkah maju yang dilakukan oleh TNK dalam hal pengawasan dengan memanfaatkan tehknologi modern saat ini.

“Selama ini keberadaan kamera CCTV terbatas pada kantor-kantor maupun rumah, namun kami melakukan terobosan dengan memasangnya di luar bahkan ada yang di kawasan hutan seperti yang ada di Desa Kurulimbu, Kecamatan Ndona Timur,” kata Joko.

Kasus Pencurian Komodo, Pimpinan DPRD NTT Sinyalir Libatkan Jaringan Internasional

Mahasiswa Manggarai Barat di Kupang Tuntut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Dicopot

Gubernur NTT: Luasnya TN Komodo Tak Bisa Dijadikan Alasan Kasus Pencurian Komodo

Gubernur NTT Harap Polda NTT Segera Investigasi Pencurian Komodo

Polda Jatim Ungkap Penyelundupan 41 Komodo ke Luar Negeri, 1 Ekor Seharga Rp 500 Juta

Penjagaan Pelabuhan Ende Diperketat

Penyelundupan 41 Komodo oleh orang yang tak bertanggung jawab dilakukan melalui Pelabuhan Feri Ende, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk itu, pemeriksaan dan penjagaan di Pelabuhan Ferry Labuan Bajo kini diperketat.

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumawardono saat dihubungi Kompas.com melalui saluran telepon seluler, Selasa (2/4/2019).

Kusumawardono mengatakan, aparat Kepolisian Resor Manggarai Barat secara rutin memeriksa barang-barang yang dimuat di kapal ferry yang keluar dari Manggarai Barat maupun yang masuk ke Manggarai Barat. Sebab, berdasarkan hasil penyelidikan, 41 binatang Komodo yang diselundupkan dari Pulau Flores melalui pelabuhan Ferry Ende.

Halaman
1234
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved