Berita Tamu Kita

Tamu Kita: Leta Rafael Levis: Sayur Organik Bisa Jadi Pilihan di Kota Kupang

Rafael Levis juga mengisahkan tentang potensi-potensi pertanian organik yang bisa dikembangkan oleh warga atau petani.

Penulis: Alfred Dama | Editor: Apolonia Matilde
Dokumentasi pribadi
Leta Rafael Levis bersama istri 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alfred Dama

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Aktivitas Pertanian di Indonesia tidak selalu terjadi di pedesaan. Di kota pun masih ada warga yang beraktivitas pertanian seperti menanam sayur-sayuran dan tanaman palawija lainnya.

Hasil pertanian perkotaan ini tidak sedikit memenuhi kebutuhan warga kota, namun bagaimana dengan pengelolan lahan pertanian di perkotaan yang layak dan bagaimana juga perhatian pemerintah.

Pos Kupang yang berbincang dengan pakar Pertanian, Ir. Leta Rafael Levis, M.Rur.Mgnt mengungkapkan banyak hal mengenai pertanian mulai dari perkotaan dan pedesaan.

BTS Ternyata Order Makanan Ini Untuk ARMY yang Bermalam di Dekat Studio SNL ARMY Baper Abis

Ia menjelaskan, di Kota Kupang memang ada lahan pertanian namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga kota, namun sudah memberi warna dan melengkapi kebutuhan sayur- sayuran di Kota Kupang.

Namun pertanian dalam Kota Kupang juga memberi gambaran mengenai pembangunan fisik. Bahkan pertanian dalam Kota Kupang suatu saat hanya akan menjadi cerita karena tergerus dengan perkembangan jumlah penduduk dan pembangunan fisik.

Rafael Levis juga mengisahkan tentang potensi-potensi pertanian organik yang bisa dikembangkan oleh warga atau petani. Ia juga menyampaikan pendapat tentang pertanian organik yang menjadi potensi yang bisa dikembangkan di Kota Kupang.

Berikut perbincangan Rafael Levis dengan Wartawan Pos Kupang, Alfred Dama.

Di Kota Kupang ini kita banyak kebun sayur tapi sekala tidak besar. Bagaimana Anda melihat potensi kebun sayur untuk kebutuhan warga kota?
Memang benar potensi perkebunan sayur di kota ini sangat sedikit menyebar secara tidak teratur seperti di Oebobo, Air Nona, Bakunase, Oeba. Jumlah ini sangat tidak mungkin mampu memenuhi kebutuhan sayuran bagi warga Kota Kupang.

Ramalan Zodiak Besok, Selasa 16 April 2019, Baik Untuk Cancer, Berat Buat Virgo, Zodiak Lain?

Apakah perlu pemerintah atau instansi terkait harus mengawaai proses produksi dan produksi pertanian yang usaha meski dalam skala kecil seperti penggunaan pupuk dan obat anti hama dan rumput penganggu?
Di Kota Kupang ada penyuluh. Kita harapkan agar penyuluh berperan dalam hal membimbing dan melatih petani agar mampu berproduksi secara baik, mampu melakukan literasi ekologis bagi petani agar petani tidak menggunakan pupuk kimia, pestisida dan herbisida yang dapat merusak ekosistem pertanian sekitar kebun sayuran maupun konsumen yang mengkonsumsi sayuran tersebut. Jadi pengembangan sayuran organik dapat dijadikan pilihan utama dalam pengembangan sayuran di Kota Kupang.

Selain mengawaai apalah perlu juga membantu dalam hal modal usaha dan lain-lain?
Rata petani kita memiliki modal kecil, mereka perlu dibantu permodalan. Sebenarnya hal ini tidak sebab sekaran banyak dana pemberdayaan, ada dana desa-kelurahan. Jadi banyak peluang bagi petani untuk memperoleh modal usaha. Namun. sebelum petani diberikan modal usaha perlu pembinaan tentang pencatatan usahatani agar dapat ditakar berapa perubahan pendapatan petani sayuran setelah mereka dapat modal dibandingkan dengan pendapatan petani sebelum dapat bantuan.

Melihat perkembangan kota. Kira berapa lama lagi usaha pertanian dalam kota ini bisa bertahan?
Saya selalu memperhatikan kondisi pertanian di Oepoi. Dulu lahan pertanian cukup luas namun dengan perkembangan Kota Kupang telah mereduksi luas lahan pertanian dengan pemanfaatan untuk hal-hal non pertanian terutama bangunan. Masalah konversi lahan adalah masalah nasional tidak terkecuali di Kota Kupang. Jadi saya memprediksi 10 tahun lagi kita tidak akan melihat lagi kebun sayur di Kota Kupang.

Melihat topografi,jenis tanah dan airapakah hanya kangkung dan jenis sayuran hijau saja ditanam di kebun-kebun rakyat dalam kota. Bagaimana dengen tanaman lain lseperti cabe atau lombok, tomat dan ketimun atau bahkan jenis semngka dan melon?
Sesungguhnya lahan yang ada bisa ditanam dengan tanaman tomat, lombok, ketimun, semangka tapi dari segi permodalan dan teknologi maka jenis-jenis sayuran tersebut sulit dilakukan oleh petani. Sehingga petani cari yang gampang saja yaitu dengan menanam kangkung.
Ini juga bagian perilaku petani kita yang belum murni berorientasi wirausaha sebaliknya mereka menanam sayuran hanya untuk bertahap hidup dan dapat membiayai pendidikan anak-anak. Sebab, kalau petani yang berorientasi bisnis mereka akan menanam sayuran atau buah-buahan yang memiliki prospek pasar lebih bagus,.petani kita tadak mau kaya...hahahahah

Apa pendapat Anda dengan pertanian pola hidroponik? Apakah bisa dikembangkan oleh masyarakat?
Masyarakat bisa mengembangkan pertanian hidroponik sebab selain lebih menarik, sistem ini tidak memerlukan lahan yang luas. Dan, untuk maksud maka pemerintah harus mendorong petani atau masyarakat Kota Kupang untuk melakukannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved