Bawaslu Nagekeo Kampanyekan Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

Bawaslu Kabupaten Nagekeo mengadakan Long March Kampanye Tolak Politik Uang, Politisasi SARA, hoax dan Ujaran Kebencian di Pasar Danga Kota Mbay.

Bawaslu Nagekeo Kampanyekan Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Bawaslu Nagekeo saat Long March tolak politik Uang dan Sara di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (13/4/2019). 

Bawaslu Nagekeo Kampanyekan Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Bawaslu Kabupaten Nagekeo mengadakan Long March Kampanye Tolak Politik Uang, Politisasi SARA, hoax dan Ujaran Kebencian di Pasar Danga Kota Mbay.

Long march diawali dengan Apel Kekuatan Persiapan Patroli Pengawasan Jelang masa tenang.

Bawaslu Kabupaten Nagekeo menggandeng Remaja Masjid Aesesa dan GMNI Aesesa untuk mengadakan kampanye Tolak politik uang, Politisasi Sara, Hoax, dan ujaran kebencian.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Yohanes Nanga.

Ketua Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Yohanes Nanga9 mengajak segenap unsur pengawas di Bawaslu Kabupaten Nagekeo untuk mempedomani arahan Bawaslu RI.

Gambar Caleg Masih Gentayangan di Maumere

Hasil Pertandingan Liga Italia, AC Milan Kalahkan Lazio, AS Roma Atasi Udinese

Air dari Sawah Dibuang ke Badan Jalan di Kabupaten Lembata

"Pemilu harus menjadi ajang demokrasi yang dirayakan dengan penuh sukacita, damai dan rasa kebanggaan sebagai bangsa yang beradab," pungkas Yohanes, kepada POS KUPANG COM di Mbay Senin (15/4/2019).

Ia menerangkan Pengawasan Pemilu serentak kali ini berbarengan dengan perayaan ulang tahun Bawaslu yang ke 11.

"Untuk itu, Bawaslu terus meningkatkan sosialisasi dan meningkatkan sumberdaya para pengawas untuk mendedikasikan diri menjaga hak pilih rakyat," paparnya.

Ia menjelaskan kampanye tolak politik uang, politisasi sara, hoax dan ujaran kebencian menjadi bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat agar memilih dengan hati.

Pemilu tidak saja menjadi sekedar kontestasi para elit, tetapi lebih dari itu merupakan ruang yang tepat untuk semakin mendewasakan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Long March ini diawali dari Hotel Sinar Kasih, dan berakhir di Pasar Danga dengan orasi dan berbagai atribut yang menyatakan penolakan terhadap politik uang, politisasi sara, hoax dan ujaran kebencian menyongsong Pemilu 17 April 2019," jelasnya.

Menurut Yohanes Emanual Nane, selaku kordiv Pencegahan dan Hubungan antar lembaga Bawaslu Kabupaten Nagekeo, kualitas pemilu sesungguhnya, tidak hanya terletak pada partisipasi pemilih, tetapi lebih dari itu bahwa masyarakat menentukan pilihannya karena kesadaran rasional sebagai kesempatan mengevaluasi kepemimpinan.

Joe begitu ia akrab disapa menjelaskan negara menjamin hak politik masyarakat secara luas dan masyarakat perlu diedukasi untuk menggunakan hak itu secara bertanggung jawab dan melaksanakannya dengan riang gembira sebagai ekspresi kebebasan berpendapat dan menentukan pilihan, bukan karena tekanan atau paksaan dari pihak tertentu.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved