Mengenal Sejarah Proses Pembuatan Kain Tenun di Sikka Flores

Mengenal Sejarah Proses Pembuatan Kain Tenun di Kabupaten Sikka Pulau Flores

Mengenal Sejarah Proses Pembuatan Kain Tenun di Sikka Flores
KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS
Tadeus Tara, seorang penjual kain tenun asal Kecamatan Mapitara di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4/2019). 

Ketiganya bekerja sebagai petani kapas. Lalu, ketiga perempuan ini bersama suami berunding untuk melakukan proses tenun dengan mengolah kapas jadi benang. Kemudian dari benang menjadi sehelai kain tenun.

Setelah berunding, mereka langsung merancang alat-alat pembuatan kain tenun, mulai dari proses kapas jadi benang, proses pewarnaan, motif, kemudian dari benang jadi sehelai kain tenun.

Pertama, mereka membuat sebuah alat tradisional yang namanya Ngeung atau Keho. Alat ini terbuat dari kayu. Keho berfungsi untuk memisahkan biji dengan kapasnya.

Prosesnya dimulai dari mengeluarkan kapas putih, tangan kanan menggerakkan alat pemutar, sementara tangan kiri memasukkan kapas di antara 2 kayu bulat yang melintang.

Kapas yang bersih jatuh ke depan, sedangkan biji-bijinya jatuh ke belakang. Proses pertama ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

Kedua, membuat alat yang namanya disebut Rabe. Alat ini berfungsi untuk menghaluskan atau membersihkan kapas yang sudah dipisahkan dari bijinya.

Ketiga, membuat alat yang namanya Ogor. Ogor ini bentuknya bulat. Alat ini berfungsi untuk memintal kapas yang sudah dibersihkan.

Keempat, membuat alat yang namanya Jata Kapa. Alat ini berfungsi untuk memintal kapas menjadi benang kapas.

Kelima, membuat alat yang namanya Kleo. Alat ini untuk menggulung (wolot) benang dari kapas.

Keenam, membuat alat yang namanya Lain Kapa. Alat ini untuk menggulung benang (polen).

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved