Masa Tenang, Ganjar Pranowo Ikut Copoti Alat Peraga Kampanye

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut melakukan kegiatan bersih-bersih Alat peraga kampanye ( APK)

Masa Tenang, Ganjar Pranowo Ikut Copoti Alat Peraga Kampanye
KOMPAS.com/Dok. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut melakukan kegiatan bersih-bersih alat peraga kampanye (APK) di masa hari tenang menjelang pemilihan umum 17 April 2019, Minggu (14/4/2019). 

POS-KUPANG.COM | SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut melakukan kegiatan bersih-bersih Alat peraga kampanye ( APK) di masa hari tenang menjelang pemilihan umum 17 April 2019.

Dengan mengendarai sepeda motor, Ganjar berkeliling di titik -titik di sepanjang jalan protokoler si Kota Semarang, seperti Jalan Simongan, Jalan Karangayu, Jalan Soegijapranata dan jalan protokoler lainnya.

Dengan bermodal tang dan linggis, pria berambut putih itu mencopot APK yang terpasang di bahu-bahu jalan, baik baliho, spanduk atau bendera.

Cerita Tasya Kamila, Investasi Reksa Dana untuk Masa Depan Anak

"Hari ini, saya ingin mengajak masyarakat, Satpol PP, Panwas semuanya bergerak untuk mencopoti APK," kata dia, di sela pencopotan APK, Minggu (14/4/2019).

Seusai ketentuan, alat peraga kampanye harus diturunkan saat masa tenang. Pihaknya meminta semua pihak ikut terlibat membersihkan jalanan dari APK.

Jangan Lupa, Batas Akhir Pelunasan Biaya Haji Tahap 1 Ditutup 15 April Ini

"Saya berharap tim sukses ataupun partai politik bisa ikut mencopot agar segera rapi. Ini penting agar saat pencoblosan kotanya jadi bersih," tambahnya.

Sebelum mencopot baliho, Ganjar sempat bercanda dengan berbicara dengan foto orang yang ditempel di gambar baliho. Ia minta izin menurunkan baliho.

"Maaf ya Mbak, gambarnya saya lepas," tambahnya.

Aksi bersih-bersih APK tidak jarang menjadi perhatian warga, terutama pengendara yang melintas di jalur yang APK nya sedang dibersihkan.

Setelah dicopot, APK juga diminta agar disimpan dengan baik. Jangan sampai APK bekas kampanye dibuang sembarangan.

"Jangan dibuang sembarangan ya, karena banyak material dari plastik, itu akan menjadi sampah yang mencemari. Kalau bisa didaur ulang jadi produk yang punya nilai ekonomi," ucapnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved