BTP Luncurkan Video Alasan Pilih PDIP, Bukan Partai Baru

Menjelang masa tenang Pemilu 2019, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) meluncurkan video yang kembali menjelaskan alasannya bergabung dengan PDI Perjuangan.

BTP Luncurkan Video Alasan Pilih PDIP, Bukan Partai Baru
TRIBUN/WAHYU AJI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
BTP 

BTP Luncurkan Video Alasan Pilih PDIP, Bukan Partai Baru

POS-KUPANG.COM- Menjelang masa tenang Pemilu 2019, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) meluncurkan video yang kembali menjelaskan alasannya bergabung dengan PDI Perjuangan.

Tidak hanya itu, BTP juga menjelaskan panjang lebar alasan kenapa pada Pemilu 2019 ini dia menolak bergabung partai baru,  seperti yang pernah dilakukannya dulu.

Dalam video berdurasi 4 menit 57 detik yang diunggah ‘Panggil Saya BTP’, Sabtu (13/4), mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak pendukungnya untuk memilih PDI Perjuangan.

2 Tahun Tak Update Instagram, Unggahan Terbaru Veronica Tan Mantan Istri Ahok Banjir Pujian

“Saya melihat yang paling tepat dan bisa dipercaya untuk pemilu 2019 ini hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Karena itu kalau saudara-saudara percaya kepada saya, mari kita pilih PDI Perjuangan, biarlah PDI Perjuangan ini bisa mencapai 30 persen. Saya akan bekerja keras membantu PDI Perjuangan,” kata BTP.

Baca: Kesaksian Nicholas Sean Putra BTP Soal Sikap Ahok saat Pembangunan MRT Jakarta

BTP menegaskan, Pemilu Serentak 2019 ini bukanlah semata-mata soal perebutan kekuasaan, tetapi soal perjuangan ideologi. Itu sebabnya, BTP memilih PDI Perjuangan yang sudah teruji dalam mempertahankan ideologi Pancasila.

Begini Kondisi Veronica Tan Kini, Beredar Foto Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Berpelukan di Sidney

“Pemilu dan Pilpres 2019 bukan soal bicara soal isi kursi DPR, atau bicara soal emosi, menuduh partai lama seolah-olah tidak bisa membangun negeri ini. Tapi ini bicara soal ideologi, tentang bagaimana Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, dipertahankan untuk negeri ini,” ujarnya.

BTP memberi perhatian khusus pada kemunculan partai baru pada Pemilu 2019 yang merasa paling bersih dan merasa paling bisa membangun Indonesia. Menurut BTP, hal itu juga pernah dia lakukan saat bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) pada 2004.

“Banyak juga orang-orang yang mengatakan, seolah-olah mereka paling bersih, paling bisa membangun negeri ini, dan (mengatakan) semua partai-partai lama tidak memungkinkan. Itulah saya di tahun 2004,” kata BTP.

Halaman
12
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved