Pemilu 2019

Di TTS Caleg Incumbent Optimistis Lolos

Calon legislatif ( Caleg) Incumbent DPRD Kabupaten TTS masih optimis bisa lolos dalam Pileg 2019 mendatang.

Di TTS Caleg Incumbent Optimistis Lolos
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrik Babys 

POS-KUPANG.COM | SOE - Calon legislatif ( Caleg) Incumbent DPRD Kabupaten TTS masih optimis bisa lolos dalam Pileg 2019.

Salah satu modal utama yang membuat Caleg Incumbent yakin bisa lolos adalah selama periode 2014-2019 lalu, para caleg incumbent mengklaim sudah bekerja mengawal program pro rakyat untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Wakil Ketua DPRD TTS, Imanuel Olin yang merupakan caleg incumbent dari partai Gerindra mengatakan, dirinya sangat optimis bisa lolos untuk ketiga kalinya dalam pileg 2019 mendatang.

Bawaslu TTU Gelar Apel Siaga Pengawasan Masa Tenang

Menurut, selama dua periode menjadi wakil rakyat, dirinya sudah bekerja maksimal dalam mengawal program-program pro rakyat untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan masyarakat di lapangan.

Selain itu, dirinya juga dalam beberapa kesempatan selalu menyempatkan diri untuk turun langsung ke masyarakat untuk melihat kebutuhan masyarakat di lapangan guna diperjuangkan melalui kursi DPRD TTS.

UNBK di SMPN 1 Borong Pinjam Laptop di Kantor Pemerintah dan Sekolah Lain

" Periode lalu saya dapat 1.555 suara, kali ini saya optimis bisa melebihi perolehan suara periode lalu. Hal ini didasari karena saya sudah bekerja maksimal menjawab persoalan-persoalan masyarakat di lapangan. Walau pun harus jujur, masih ada persoalan yang belum terjawab. Ini yang akan diperjuangkan pada periode ketiga saya," ungkap Olin dengan nada optimis kepada POS- KUPANG.COM, Sabtu (13/4/2019) melalui sambungan telepon selulerenya.

Selama masa kampanye, Olin mengaku selalu menggunakan Kampanye dialogis karena dinilai lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan lebih efektif jika dibandingkan dengan kampanye rapat umum.

Namun diakuinya, panjangnya masa kampanye kali ini, cukup menguras biaya politik. Namun dirinya enggan menyebut nilai nominal total uang yang sudah dikeluarkan selama ini. Ia hanya menyebut, biaya yang dikeluarkan per titik pertemuan kampanye dialogis beragam, antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per titik pertemuan.

"Kalau saya lebih suka pakai kampanye dialogis karena kita lebih dekat dengan masyarakat. Kita bisa tahu dia suka kita atau tidak. Namun, masa kampanye kali ini terlalu panjang sehingga biaya politiknya juga cukup besar," sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan caleg incumbent dari Partai Nasdem, Hendrik Babys. Hendrik optimis pada Pileg kali ini dirinya bisa mendulang suara 4 kali lipat dari perolehan suara pada pileg 2014 lalu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved