Bupati Flotim Singgung Aroma Tak Sedap dari Toilet di JTP Pantai Paloh

Bupati Flores Timur, Antonius Hadjon menyoroti kebersihan toilet di dan penerangan di Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Pantai Paloh,

Bupati Flotim Singgung Aroma  Tak Sedap dari Toilet  di  JTP  Pantai  Paloh
POS-KUPANG.COM/ Eginius Moa
Bupati Flores Timur, Antonius Hadjon (baju merah) 

Bupati Flotim Singgung Aroma  Tak Sedap dari Toilet  di  JTP  Pantai  Paloh

Laporan wartawan  POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Bupati Flores Timur, Antonius Hadjon menyoroti kebersihan toilet di dan  penerangan  di  Jembatan  Tambatan Perahu  (JTP) Pantai  Paloh, Kelurahan Sarotari  Tengah, Kecamatan Larantuka.

Ia   hadir  di sana menyerahkan life  jacket dan tabungan pemadam  kebakaran  kepada pemilik armada, Sabtu (13/4/2019) siang.

“Saya  ke sini sekaligus periksa di areal ini.  Kata   petugas  kurang lampu penerangan dermaga, saya  minta  segera dipasang. Saya senang sudah dicat dengan bagus. Bau catnya masih menyengat. Tapi  masih ada yang belum gunakan WC ini dengan baik. Saya  rasakan  baunya.  Masih ada yang   WC di luar. Saya minta untuk gunakan WC ini dengan baik. Pelayanan baik dan jaga kebersihan WC dan JTP ini,”  tegas  Anton  Hadjon.

Setelah Mencoblos, Pemilih di KBRI Swiss Makan Bakso, Lontong dan Minum Es Cendol

Ia    mengingatkan nakoda dan ABK  untuk mengikuti ujian SKK,  sehingga tidak bermasalah. Ke depan, kata  Anton Hadjon, akan  diperketat  pemberina  ijin  berlayar.

“Yang tidak punya  SKK, tidak diberi ijin  berlayar atau melakukan penyeberangan laut. Manfaatkan kesempatan  ukuti  ujian. Pemerintah sudah bekerjasama dan pelatihan sudah diberikan  lima  gelombang,” ujar  Anton   Hadjon.

Menurut  Anton Hadjon,  pemerintah  berperanserta   agar  tercipta  pelayanan dan pelayaran   lebih baik.  JTP   Pantai  Paloh salah satu titik ramai  perayaan Semana  Santa  pekan depan.

Bupati Kamelus PerintahkanTangkap dan Proses Pelaku Politik Uang

“Jaga  keselamatan, jaga kapal, jaga ABK supaya tidak minum mabuk. Layani tamu dengan sopan, jangan keluarkan kata-kata kotor.  Tidak boleh  ajar  penumpang  dengan kata-kata kasar,” pinta Anton.

Life  jacket diberikan, diminta  Anton  diletakan  di  bagian  depan  kapal  atau   jempat  yang mudah  dijangkau untuk memenuhi syarat pelayaran  bukan disimpan di rumah.  Bukan juga diberikan kepada  istri dan anak  belajar  berenang. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved