Situs Kuburan Tempayan Lambanapu, Sumba Timur Berusia Dua Ribu Tahun

Peneliti senior dan pengarah penelitian Diaspora Austronesia di Sumba Timur dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balitbang, Kemendikbud RI, Prof

Situs Kuburan Tempayan Lambanapu, Sumba Timur Berusia Dua Ribu Tahun
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
TELITI---Tim penlitian sedang meneliti situs kuburan tempayan Lambanapu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Situs kuburan tempayan Lambanapu, di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur diprakirakan berusia sekitar 2 ribu tahun lalu.

Peneliti senior dan pengarah penelitian Diaspora Austronesia di Sumba Timur dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balitbang, Kemendikbud RI, Prof Dr. Truman Simanjuntak menyampaikan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (12/4/2019).

Prof. Truman menjelaskan, terkait usia situs kuburan tempayan Lambanapu di dua lokasi yang berbeda di Lambanapu, saat ini pihaknya barusan mendapatkan satu pertanggalan yaitu usia manusia yang ada dalam situs kuburan tempayan ini berusia sekitar 2 ribu tahun yang lalu.

"Ya artinya sekitar awal-awal masehi, tetapi bukan hunian ini baru sejak 2 ribu tahun itu. Pertanggalan itu bukan pada bagian lapisan paling bawa, tetapi pada bagian tengah artinya hunian atau situs kuburan tempayan ini lebih tua lagi dari 2 ribu tahun yang lalu,"jelas Prof. Truman.

Kapolres Belu Pesan Anggota Tunjukan Sikap Humanis dan Simpatik kepada Masyarakat

Sementara untuk situs kuburan tempayan di Melolo, Kecamatan Umalulu, Kata dia, juga sudah ditemukan satu pertanggalan usianya sekitar 2.800 tahun yang lalu, namun itu pun belum bisa menjadi interprestasi dasar kesimpulan karena baru satu pertanggalan. Tetapi ada sejumlah pertanggalan baru bisa keluar interprestasi kesimpulan yang menyakinkan.

Dikatakan Prof. Truman, dua lokasi situs kuburan tempayan yang ditemukan di Lambanapu baik ditemukan sekarang dengan ditemukan sebelumnya memiliki kesamaan karena pada satu lokasi atau komplek yang sama. Baik pada sistem penguburanya, demikian juga dari sistem perlapisan dari pada kubur itu sendiri.

Prof. Truman menjelaskan, sistem penguburanya yakni paling tidak ada tiga kesamaan, pertama sistem primer atau orang yang meninggal langsung dikuburkan, yang kedua skunder dimana setelah waktu berselang diambil sebagia tulang-tulangnya dianggap penting kemudian dikuburkan kembali, dan ketiga penguburan dengan cara mayat dimasukan dalam wadah atau tempayan.

Ia juga menjelaskan sistem perlapisan terdapat hanya beberapa lapisan biasanya mereka agak menggali untuk menempatkan tempayan. Begitu juga dengan sistem penguburan tanpa tempayan orientasinya sama umumnya ke timur melambangkan kehidupan yang baru seperti matahari, demikian juga posisi penguburanya selalu terlentang yang disebut sebagai ciri khas penutur Austronesia, begitu juga seperti manik-manik (perhiasan) juga ditemukan hampir sama.

Prof. Truman juga mengatakan sementara ini pihaknya sudah menemukan tiga situs kuburan tempayan tertua di Sumba Timur, yakni di Lambanapu, Melolo, dan sesuai informasi pada tahun lalu ada juga di Kambaniru. Terkait situs di Kambaniru belum dipertanggal karena baru dites pada tahun ini.

Menurutnya hunian-hunian yang ditemukan di Sumba Timur ini adalah hunian di pesisir dimana terbukti di Melolo situs kuburanya persis di pinggir pantai begitu juga dengan sistus Lambanapu, namun di Lambanapu ada masuk kedalam karena di pinggiran sungai Kambaniru. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved