Salam Pos Kupang

Salam Pos Kupang 12 April 2019:Mengantisipasi Indikasi Kecurangan dari Pemilih Pindah

Namun apakah ada yang dicurigai dimobilisasi untuk kepentingan politik tertentu? Hal ini yang mesti diwaspadai, meski itu sudah bukan ranah KPU

Salam Pos Kupang 12 April 2019:Mengantisipasi Indikasi Kecurangan dari Pemilih Pindah
net
ilustrasi coblos

Pada posisi ini, peran badan pengawas pemilu (bawaslu) tentu sangat penting. Regulasi ini harus benar-benar dikawal agar jangan salah dimanfaatkan.

Jumlah pemilih pindahan di TPS pun harus diketahui dan diumumkan oleh petugas TPS. Hal ini agar kita sama-sama memantau adanya indikasi kecurangan.

Ada baiknya, KPU juga dalam mengeluarkan rekomendasi pindah lokasi pemilihan, dicermati dengan benar sehingga tidak menumpuk di satu daerah atau dapil.

Hal ini selain disesuaikan dengan ketersediaan surat suara, juga agar dapat dipantau indikasi kecurangan.

Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu belum mengatur soal surat suara untuk pemilih yang berpindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tambahan(DPTb).

Undang-undang hanya mengatur pencetakan surat suara untuk pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), ditambah 2 persen surat suara cadangan yang dihitung dari DPT per TPS.

Artinya, akan ada masalah bila pemilih pindahan ditumpuk di satu TPS.

Kemungkinan untuk tidak mendapatkan surat suara sangat besar. Hal ini, bisa menimbulkan gejolak protes, apalagi kalau pemilih-pemilih tersebut, pindah karena ada pesan tertentu.

Apapun alasannya, kita berharap di NTT hal-hal seperti ini tidak terjadi. Kita berharap, ribuan pemilih yang pindah ini bukan karena untuk alasan politis, tapi benar-benar karena pindah tempat tugas, ataupun domisili.

Mari kita sama-sama mengawal Pemilu 2019 ini agar berjalan dengan lancar, tanpa kendala dan gejolak yang tidak diharapkan. (*)

Penulis: Sipri Seko
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved