Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Staf Ahli Menag

Kasus Muhammad Romahurmuziy, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Panggil Staf Ahli Menag

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Staf Ahli Menag
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy berada dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan perdana, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019). 

Kasus Muhammad Romahurmuziy, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Panggil Staf Ahli Menag

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap satu orang saksi untuk kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama ( Kemenag) Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Saksi yang dipanggil adalah, staf ahli Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito.

Masyarakat Ilin Medo Diminta Bersabar

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HRS (Haris Hasanuddin, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (12/4/2019).

Pada Kamis (11/4/2019) kemarin, KPK juga memanggil staf ahli Lukman lainnya bernama Janedri.

Menurut Febri, saat itu penyidik menggali pengetahuan Janedri terkait upaya Haris menemui Lukman. Dalam kasus ini, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Paus Fransiskus Tiba-tiba Cium Kaki Presiden dan Oposisi Sudan Selatan, Ternyata Ini Harapannya

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag. Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved