Cium Kaki Presiden dan oposisi Sudan Selatan, Ternyata Paus Fransiskus Inginkan Perdamaian

Rela cium kaki Presiden dan oposisi Sudan Selatan, ternyata Paus Fransiskus inginkan Perdamaian

Cium Kaki Presiden dan oposisi Sudan Selatan, Ternyata Paus Fransiskus Inginkan Perdamaian
KOMPAS.com/Vatican Media via New York Times
Paus Fransiskus berlutut dan mencium kaki Presiden Sudan Selatan Salva Kiir di Vatikan Kamis (11/4/2019). Segera setelah itu, Paus Fransiskus juga melakukan hal yang sama kepada pemimpin oposisi Riek Machar. 

Rela cium kaki Presiden dan oposisi Sudan Selatan, ternyata Paus Fransiskus inginkan Perdamaian

POS-KUPANG.COM | VATICAN CITY - Sebuah tindakan mengejutkan dilakukan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus dalam pertemuan dengan pemimpin Sudan Selatan di Vatikan.

Saat bertemu dengan para pemimpin Sudan Selatan itu, Paus Fransiskus tiba-tiba berlutut dan mencium kaki baik pejabat pemerintah maupun oposisi.

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Staf Ahli Menag

Dilansir New York Times Kamis (11/4/2019), Paus Fransiskus langsung berlutut dan mencium kaki Presiden Salva Kiir saat dirinya mendekat.

Kemudian dia beralih mencium kaki Riek Machar, mantan wakil Kiir yang menjadi oposisi, serta tiga wakil presiden Sudan Selatan. Bukan tanpa alasan Paus asal Argentina itu melakukan gestur tersebut.

Reuters memberitakan, gestur itu sebagai bentuk penghormatan atas kesepakatan gencatan senjata kedua kubu.

Masyarakat Ilin Medo Diminta Bersabar

Gestur tersebut muncul di tengah retret spiritual kedua pemimpin di Vatikan, dan beberapa jam setelah militer menggulingkan kekuasaan Presiden Sudan Omar al-Bashir.

Sudan Selatan capai kemerdekaan dari Sudan pada 2011. Desember 2013, negara itu dilanda perang sipil yang membunuh 400.000 orang, dan membuat jutaan warganya mengungsi.

"Sebagai saudara, saya meminta kalian untuk berdamai. Saya meminta dari lubuk hati saya yang terdalam," ujar Paus Fransiskus kepada pemimpin Sudan Selatan.

Dia melanjutkan, dua kubu pastinya akan kembali bertikai. Namun, dia meminta agar pertikaian itu diselesaikan secara internal.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved