Rusak, Enam Mobil Perintis Parkir di Dinas Perhubungan TTS

Rusak, enam mobil transportasi perintis parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten TTS

Rusak, Enam Mobil Perintis Parkir di Dinas Perhubungan TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Dua mobil truk yang dulunya merupakan mobil transportasi perintis pedesaan sedang terparkir di halaman parkir kantor Dinas Perhubungan Kabupaten TTS karena rusak. 

Rusak, enam mobil transportasi perintis parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Enam mobil transportasi perintis bantuan Kementerian Desa Tertinggal tahun 2013 silam, saat ini terparkir di halaman parkir kantor Dinas Perhubungan Kabupaten TTS.

Ke enam mobil truk berbak kayu yang merupakan mobil transportasi perintis pedesaan tersebut dalam kondisi rusak saat ditarik dari pihak ketiga yang selama ini menyewa mobil truk tersebut.

Tim Penyisiran Data Kasus TBC dari Dinkes NTT Sambangi RSUD Bajawa

Keenam mobil truk tersebut ditarik lantaran pihak ketiga sudah tidak mampu lagi memenuhi kewajibannya untuk membayar biaya sewa tahunan.

Saat ditarik, mobil-mobil tersebut sudah dalam kondisi rusak. Oleh sebab itu, sejak tahun 2018 lalu dibiarkan terparkir di halaman belakang.

Pemkab Matim Sedang Urus Izin Operasional RSU Borong

"Kita tarik sejak awal tahun 2018 lalu dari pihak ketiga yang menyewa mobil tersebut. Saat ditarik, mobil memang sudah dalam kondisi rusak. Ada yang rusak ringan ada juga yang rusak parah. Penyewaan mobil truk kita sudah tidak mampu memperbaiki sendiri mobil tersebut dengan alasan ketiadaan biaya," ungkap Kadis Perhubungan Kabupaten TTS, Julius Taneo kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (11/4/2019) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, hibah bantuan mobil transportasi perintis yang dihibahkan kepada Pemda TTS dan dikelola Dinas Perhubungan sendiri ada delapan unit. Dua unit hingga saat ini dalam kondisi baik dan sedang disewa pihak ketiga dengan biaya sewa 35 juta pertahun.

Sedangkan enam mobil truk yang dalam kondisi rusak sudah dilaporkan kepada Bupati dan wakil Bupati TTS.

Dinas perhubungan sudah mengusulkan kepada Bupati dan Wakil Bupati agar mobil truk tersebut dialih fungsikan menjadi mobil tangki air agar tetap mampu menjadi penyumbang PAD bagi daerah.

Mengingat saat ini seluruh desa di kabupaten TTS sudah dijangkau dengan mobil pikap sehingga tidak dibutuhkan lagi kendaraan perintis.

" Kita rencananya mau alih fungsikan jadi mobil tangki air saja untuk jualan air, saya pikir jauh lebih menguntungkan. Tetapi semua kembali kepada pimpinan," ujarnya.

Akibat rusaknya ke enam mobil truk tersebut, Taneo mengaku, pihaknya kesulitan dalam mencapai target PAD yang diberikan sebesar Rp 1,2 miliar.

"Memang ada beberapa sumber PAD kita yang lain, tetapi mobil truk ini cukup memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian target PAD. Kita berharap, dalam waktu dekat sudah bisa mendapatkan arahan dari pimpinan terkait keberadaan mobil truk ini, " pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved