Gubernur NTT Ungkap Alasan ASN Wajib Kenakan Kain Tenun Tiap Selasa dan Jumat

Gubernur NTT ungkap alasan ASN wajib kenakan kain tenun tiap Selasa dan Jumat

Gubernur NTT Ungkap Alasan ASN Wajib Kenakan Kain Tenun Tiap Selasa dan Jumat
KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat diwawancarai sejumlah wartawan di Hotel Sasando Kupang, Jumat (5/4/2019) 

Gubernur NTT ungkap alasan ASN wajib kenakan kain tenun tiap Selasa dan Jumat

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur  NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, mengeluarkan aturan semua Aparatur Sipil Negara ( ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, mengenakan kain tenunan dua hari dalam sepekan. Para ASN diwajibkan kenakan kain tenun NTT, pada hari Selasa dan Jumat.

Menurut Viktor, bukan hanya ASN yang gunakan kain tenunan, tapi dirinya juga menggunakan tenunan khas NTT.

4 Remaja di Kupang Ditangkap Polisi karena Terlibat Pencurian Brankas Gereja

"Satu minggu dua kali yakni Selasa dan Jumat. Kami semua pakai sarung. Ini kasih pesan, bahwa mereka yang kerja di kampung itu akan bangga karena hasil karya mereka dipakai oleh pejabat," ungkap Viktor di Kupang, Rabu (10/4/2019).

Viktor menyebut, para penenun tradisional di kampung-kampung di NTT, tentu tahu, bahwa karya-karya mereka bukan dipakai oleh orang biasa tapi oleh pejabat.

Polri Imbau Masyarakat tak Sebarkan Hoaks Karena Ancamannya 10 Tahun Penjara

"Ini juga bagian dari memproteksi market kita. Tidak perlu orang dari luar yang beli, karena kami juga bisa beli sendiri," kata Viktor.

Bukan hanya kain tenunan saja lanjut Viktor, ke depannya semua produk asli NTT seperti Gula Sabu, Gula Rote dan Madu Amfoang, harus bisa dikonsumsi oleh masyarakat NTT. Viktor menyebut, teori inilah yang dipakai oleh Jepang, setelah kalah perang dengan sekutu.

Jepang, kata Viktor, membangun perekonomian mereka dengan satu perintah yakni, orang Jepang harus beli produk dari Jepang, meski kualitas buruk.

"Sampai hari ini, karakter itu terus dibangun, sehingga mereka akhirnya menjadi negara maju. Saya ingin NTT juga model seperti itu,"ujar dia. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved