Ganti Indentitas Diri, 13 Calon PMI Kabupaten Sikka Gagal Test ISC

Beberapa tahun lalu, 13 tenaga kerja ilegal asal Kabupaten Sikka di Pulau Flores

Ganti  Indentitas Diri,  13  Calon PMI  Kabupaten Sikka Gagal  Test ISC
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (baju ikat tenun) meresmikan LTSA Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka, 14 Maret 2019. 

Ganti  Indentitas Diri,  13  Calon PMI  Kabupaten Sikka Gagal  Test ISC

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Beberapa  tahun lalu,  13   tenaga  kerja  ilegal asal  Kabupaten Sikka  di Pulau   Flores, Propinsi  Nusa Tenggara  Timur   (NTT)  merantau secara  ilegal  dan   bekerja  di  Malaysia.

Identitas diri dipalsukan  agar  bisa mendapatkan paspor bekerja di Malaysia.  Kini  mereka telah kembali ke Sikka dan  mau ingin  kembali  lagi  ke  Malaysia. Namun   ke-13  orang  itu gagal  dalam  pemeriksaan Imigrasi  Security Centre (ISC) di  Imigrasi  Pusat.

Ini Jadwal Kapal Pelni ke Balikpapan

Mahasiswa Jurusan Geografi Undana Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Tempat Santai Menarik

Polres Lembata Hentikan Sementara Penanganan Seluruh Kasus Pidana, Dukung Pilpres dan Pileg

“Ada  13  orang  yang mendaftar ke saya.  Semuanya  mantan tenaga  kerja ilegal,  kali ini mau kembali  bekerja di Malaysia, tapi  gagal di  ISC. Identitasnya  dirubah  ketika mereka  bikin  paspor di  Nunukan,”  kata  Kepala Cabang Pelaksana Penempatan Tenaga  Kerja  Indonesia Swasta NTT  PT Anugerah Diantas,  John Betty, kepadaPOS-KUPANG.COM,  Kamis   (11/4/2019) di Maumere.

John mengatakan,  hanya  satu peserta yang lolos  ISC. Saat ini  sedang  diurus berbagai  dokumennya melalui Layanan  Terpadu  Satu Atap  (LTSA)  di  Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi  Sikka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved