Dipecat dari Golkar, Mantan Ketua DPD Wonosobo Dirikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Rumahnya

Dipecat dari Golkar, mantan Ketua DPD Wonosobo dirikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di rumahnya

Dipecat dari Golkar, Mantan Ketua DPD Wonosobo Dirikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Rumahnya
KOMPAS.com/Aliansi Relawan Prabowo-Sandi Wonosobo
Rumah mantan Ketua DPD Golkar Wonosobo, Jawa Tengah, dijadikan Posko Relawan Prabowo Sandi, Kamis (11/4/2019) 

Dipecat dari Golkar, mantan Ketua DPD Wonosobo dirikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di rumahnya

POS-KUPANG.COM | PURWOKERTO - Setelah dipecat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Wonosobo, Jawa Tengah, Triana Widodo kini menjadi Ketua Forum Aliansi Relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan menjadikan rumahnya sebagai posko terpadu.

"Rumah saya digunakan sebagai posko terpadu sejak Rabu (10/4/2019) pukul 10.00 WIB. Posko ini untuk (tempat) berkumpulnya semua relawan, agar visi misi sama, kemarin kan bergerak sendiri-sendiri," katanya saat dihubungi, Kamis (11/4/2019).

Konsolidasi PDI-P, Dukungan untuk Jokowi dan Harapan untuk Labuan Bajo

Dia mengatakan, posko tersebut berfungsi untuk menyatukan relawan pasangan 02 dari berbagai macam kelompok. Dalam waktu singkat ini barisan para relawan diharapkan dapat bergerak bersama memenangkan Prabowo-Sandi.

"Jadi relawan kan banyak sekali, banyak sekali namanya, terus disatukan di posko terpadu, agar tidak tumpang tindih dalam pergerakan. Namanya aliansi (unsurnya) dari semua elemen yang ada, di injury time ini harus bergerak satu," ujar Triana Widodo.

Ini 9 Proyek Infrastruktur Senilai Rp 571 Triliun yang Diajukan Anies kepada Jokowi

"Di waktu yang sempit inilah, semua relawan bersatu, dibagi untuk mengamankan, memantau TPS, memantau pleno di kecamatan, memantau jalannya pemilu dengan luber dan jurdil," lanjut dia.

Dia menegaskan, meski mendukung Prabowo-Sandi. Dirinya masih tercatat menjadi kader Golkar.

"Saya diberhentikan dari struktur organisasi sebagai ketua, tapi kan saya tidak diberhentikan keanggotan, sudah disampaikan kepada DPP, di DPD I juga, saya masih kader Golkar. Ini kan politik, jabatan hal biasa, tidak ada jabatan yang abadi," katanya.

Menurut Triana Widodo, sanksi yang diterima sebagai hal yang lumrah. Sejak awal mendukung Prabowo-Sandi, ia juga sudah siap menerima konsekuensi dari partainya.

"Memang Partai Golkar harus menindak semua anggota yang tidak sesuai AD/ART. Saya sebagai kader yang baik, yang mematuhi AD/ART saya menerima. Saya diberhentikan itu konsekuensi, saya apresiasi kepada DPP bertindak cepat, bagus sekali," ujar dia.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved