BPN Minta Bawaslu Dalami Kasus Bowo Sidik

Badan Pemenangan Nasional ( BPN) meminta Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) untuk menindaklanjuti kasus anggota DPR Bowo Sidik

BPN Minta Bawaslu Dalami Kasus Bowo Sidik
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Anggota Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, saat memberikan pernyataan seusai pertemuan BPN Prabowo-Sandiaga, di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional ( BPN) meminta Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) untuk menindaklanjuti kasus anggota DPR Bowo Sidik Pangarso yang diduga menyiapkan amplop uang serangan fajar dari hasil korupsi.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Habiburokhman mengatakan, BPN berharap Bawaslu proaktif menindak kasus politik uang yang terstruktur dan sistematis.

"Kita minta Bawaslu agar juga memeriksa Bowo Sidik. 400.000 amplop untuk satu caleg logikanya aneh karena terlalu banyak. Satu caleg biasanya hanya targetnya 50.000, kalau 400.000 jangan-jangan ini terstruktur dan sistematis," ujar Habiburokhman di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Terbukti Adakan Pertemuan dengan Timses 02, Ketua KPU Pariaman Dicopot dari Jabatannya

Anggota BPN Riza Patria menambahkan, BPN mendukung Bawaslu untuk mengungkap serangan fajar tersebut. Fenomena politik uang harus dihentikan dan penting disosialisasikan secara masif saat ini.

Menurut Riza, tindak lanjut oleh Bawaslu terhadap kasus Bowo Sidik bisa sangat berguna untuk masyarakat, caleg, dan partai politik karena jumlah amplop yang ditemukan fantastis.

Kapal Produksi Milik BUMN Terbakar, Satu Awak Terluka

"Jumlahnya fantastis dan perlu diketahui serangan fajar akan lebih marak menjelang pencoblosan," paparnya.

Padahal, lanjutnya, UU Nomor 7 tentang Pemilu telah memberikan peringatan akan sanksi kepada caleg yang terlibat dalam politik uang. Sanksinya pun maksimal, yakni diskualifikasi.

Seperti diketahui, KPK menemukan 400.000 amplop uang senilai Rp 8 miliar. Amplop itu ditemukan oleh KPK berisi pecahan uang Rp 20.000 dan Rp 50.000 dalam 82 kardus dan dua kotak plastik.

Dalam kasus itu, Bowo diduga menyiapkan uang tersebut terkait pencalonannya sebagai calon anggota legislatif DPR di Pemilu 2019.

KPK menduga ada penerimaan dari sumber lain oleh Bowo Sidik terkait jabatannya sebagai anggota DPR. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved