Kades Enggan Berikan Suket Domisili, PIP Tafuli Tak Bisa Dicairkan

Kepala Desa Nasi, Markus Tafuli enggan memberikan surat keterangandomisili kepada Berto Tafuli (14), dana bantuan PIP untuknya tak bisa dicairkan

Kades Enggan Berikan Suket Domisili, PIP Tafuli Tak Bisa Dicairkan
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak Nurlina Nabu sedang menunjukkan surat keterangan domisili belum ditandatangani Kepala Desa Nasi, Markus Tafuli

Kades Enggan Berikan Suket Domisili, PIP Tafuli Tak Bisa Dicairkan

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE- Gara-gara Kepala Desa Nasi, Markus Tafuli enggan memberikan surat keterangan (suket) domisili kepada Berto Tafuli (14), dana bantuan PIP  untuknya tak bisa dicairkan.

Nenek Berto, Nurlina Nabu sudah mencoba mendatangi Kades Nasi guna mendapatkan suket domisili untuk dilampirkan dalam berkas administrasi pencairan dana PIP, tetapi sang Kades menolak memberikan Suket tanpa alasan yang jelas.

Karena Kades Nasi enggan memberikan suket domisili, Nurlina pun mengadukan masalah tersebut kepada sekertaris camat Amanatun Utara, Iskandar Boimau.

Ini Nilai Dana Desa yang Diselewengkan Kades Loke

Menerima laporan tersebut, Iskandar sempat menelpon Kades Nasi guna melaporkan pengaduan Nurlina dan meminta agar Kades Nasi mengurus suket domisili Berto Tafuli sesuai administrasi yang berlaku.

Namun sayang, saat Nurlina datang kembali kepada Kades Markus tetapi enggan memberikan Suket Domisili.

" Saya sudah coba minta bantuan pak kepala desa untuk buat suket domisili agar uang bantuan PIP cucu saya bisa dicairkan, tetapi pak kepala desa tidak mau buat. Saya sudah mengadu ke pihak kecamatan, tetapi jaman kepala desa masih sama," keluh Nurlina kepada awak media di Kota Soe.

Pertimbangan Topografi dan Akses Jalan, Distribusi Logistik Pemilu Di TTS Dimajukan

Terpisah, salah satu guru di SMP Negeri Satap Nasi, Alfred Lay yang dihubungi pos kupang, Rabu (10/4/2019) via telepon seluler membenarkan jika dana PIP milik Berto Tafuli belum dicairkan karena belum adanya suket domisili.

Tak hanya itu, ternyata dari pengakuan Alfred diketahui, jika Kades Markus juga tidak mau memberikan Suket kepada salah seorang siswa lainnya, dimana KTP orang tuanya sudah dalam kondisi rusak.

" Kita sayangkan sikap kepala desa tersebut. Kenapa tidak mau bantu agar anak-anak bisa terima bantuan dari pemerintah. Padahal, kalau suket domisili sudah diberitakan, uang PIP yang menjadi hak mereka sudah bisa dicairkan," ungkap Alfred.

Avanza Veloz Digadai, Linda Diduga Kabur dari Maumere

Sementara itu, Camat Amanatun Utara, Meky Neno mengaku, belum mengetahui persoalan tersebut. Namun ia berjanji, setelah mendengar persoalan tersebut, dirinya akan langsung turun ke desa nasi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

" Saya belum dengar masalah ini. Sementara saya akan turun ke desa nasi guna menyelesaikan persoalan ini," janjinya.
Untuk diketahui, saat ini Berto Tafuli tinggal bersama sang nenek, Nurlina Nabu. Pasalnya, sang ayah telah meninggal dunia dan sang ibu, Susana Selan saat ini sedang bekerja di Malaysia.

Kades Nasi, Markus Tafuli belum dapat dikonfirmasi pos Kupang. Saat dihubungi via telepon seluler, nomor hp sang kades dalam kondisinya tidak aktif.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved