Bupati Agas dan Pejabat Manggarai Timur Tandatangan Komitmen Berantas Stunting

Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.Hum, Ketua DPRD Matim, Lucius Modo, Lucius Modo dan pejabat Matim sepakat memberantas stunting.

Bupati Agas dan Pejabat Manggarai Timur Tandatangan Komitmen Berantas Stunting
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
TANDATANGAN-Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H, M.HUM menandatangani komitmen bersama menanggulangi stunting usai Rembuk Stunting di AUla KSP AMT, Selasa (9/4/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.Hum, Ketua DPRD Matim, Lucius Modo, Lucius Modo dan pejabat Matim sepakat memberantas stunting.

Yang mana kesepakatan itu dibuktikan dengan menandatangani komitmen bersama penanggulangan stunting.

 Penandatangan komitmen bersama tersebut dilakukan usai rembuk stunting yang berlangsung di Aula Kantor KSP Abdi Manggarai Timur (AMT), Selasa (9/4/2019) siang.

 Yang mana jalannya pembahasan kegiatan rembuk stunting dibuka Bupati Agas.

 Bupati Agas dalam pemaparannya mengatakan, daerah ini perlu dibangun secara bersama-sama bukan hanya oleh pemerintah saja. Akan tetapi oleh segenap elemen masyarakat Matim.

 “Penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Matim merupakan proses mewujudkan kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik. Pemerintah bersama masyarakat didorong untuk memiliki budaya kerja yang berorientasi pada hasil maksimal dan unggul.

Berkaitan dengan masalah  penanganan  stunting di Matim pemerintah menyambut baik program tersebut.

Program penaggulangan stunting sudah tertuang dalam kebijakan pemerintah guna meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pemerataaan dan peningkatan
kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Bupati Agas.

Lakukan Kunjungan ke Israel, Neymar Kembali Dikecam

Hasil rembuk stunting yang diperoleh POS-KUPANTG.COM di Borong terungkap kalau sesuai hasil riset kesehatan dasar (Riskedas) 2018 menunjukan 30,8% Balita menderita Stunting dan 29,9% Baduta pendek dan sangat pendek yang apabila dilakukan intervensi yang tepat maka dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Sedangkan di NTT Riskedas 2013 Pravelensi Stunting mencapai 51,73%, Tahun 2018 Pravelensi Stunting 42,6 % (tertinggi) dan Matim berdasarkan data Riskesdes Tahun 2013 55,4% dan pada Tahun 2018 47.8% (batasan WHO < 20%).

 Pravelensi persebaran stunting di Kabupaten Matim terdapat di 47 Desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur.

 Yang mana penyebaran berada di  Puskesmas Tilir, Kecamatan Borong 4 Desa, Puskesmas Sita, Kecamatan Rana Mese 7 Desa, Puskesmas Bea Kecamatan Elar, Puskesmas Kota Komba 1 Desa dan di Elar Selatan ada 14  Desa yang tersebar di empat puskesmas.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved