Bowo Sidik Tertangkap, Pelaku Politik Uang Atur Strategi Baru

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menilai pemberian uang atau barang jelang waktu pemungutan suara sesuatu yang awam terjadi

Bowo Sidik Tertangkap, Pelaku Politik Uang Atur Strategi Baru
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). 

Bowo Sidik Tertangkap, Pelaku Politik Uang Atur Strategi Baru

POS-KUPANG.COM- Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tony Rasyid, menilai pemberian uang atau barang jelang waktu pemungutan suara merupakan sesuatu yang awam terjadi.

Menurut dia, masyarakat di daerah mengibaratkan fenomena money politic sebagai 'panen raya'.

"Di daerah, di kampung itu panen raya. Ada tim menyebar. Pembagian amplop saat serangan fajar dari dulu," kata Tony Rasyid, dalam sesi diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

KPK Telusuri Dugaan Kepentingan Korporasi dalam Kasus Bowo Sidik

Salah satu contohnya, kata dia terbukti dari tertangkapnya anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso, melalui operasi tangkap tangan (ott) yang dilakukan penyidik KPK.

Bowo diduga mengumpulkan uang hasil suap untuk serangan fajar di Pemilu Legislatif 17 April 2019.

Bowo merupakan Caleg DPR dari partai Golkar yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah II.

Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan peserta pemilu lainnya akan melakukan cara yang sama seperti Bowo. Hanya saja, menurut dia, setelah tertangkapnya Bowo, maka akan dilakukan modus operandi baru.

"Hanya saja (Bowo,-red) apes itu tertangkap. Apakah caleg lain tidak menyiapkan? Menyiapkan uang gede untuk di wilayah lain. Memiliki ruang sempit dan harus mengatur strategi baru," kata dia.

Soal Pengakuan Bowo Sidik, Ini Klarifikasi Partai Golkar

Sementara itu, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai, perbuatan money politic itu masuk dalam kategori pelecahan terhadap calon pemilih. Untuk itu, dia mengingatkan, oknum politisi agar menghentikan hal tersebut.

"Pemberian amplop itu zolim. Kalau ada elite melakukan penistaan dengan memberikan uang receh, hentikan. Itu pelecehan tolong pahami," kata Siti Zuhro.

Halaman
123
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved