PT. Angkasa Pura I Bandara El-Tari Gandeng Stasiun Karantina Ikan Kupang Cegah Penyulundupan Ikan

PT. Angkasa Pura 1, Bandara El Tari Kupang bekerjasama dan Stasiun Karantina Ikan Kupang mengambil langka preventif mencegah penyelundupan ikan

PT. Angkasa Pura I Bandara El-Tari Gandeng Stasiun Karantina Ikan Kupang Cegah Penyulundupan Ikan
Humas PT Angkasa Pura 1 Kupang
Pertemuan pihak PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang bersama KIPM Kupang di Bolelebo Room Bandara El Tari Kupang, Selasa (9/4/2019). 

PT. Angkasa Pura I Bandara El-Tari Gandeng Stasiun Karantina Ikan Kupang Cegah Penyulundupan Ikan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG- PT. Angkasa Pura 1, Bandara El Tari Kupang bekerjasama dan Stasiun Karantina Ikan Kupang mengambil langka preventif demi mencegah terjadinya penyelundupan ikan dan hasil perikanan lewat Bandara El Tari Kupang.

Sinergi positif tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan pada, Selasa (9/4/2019) di Ruang Bolelebo Bandara El Tari Kupang oleh kedua instansi tersebut.

Kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi MoU yang ditandatangani oleh Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan dengan PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Pusat, 14 Februari 2019 di Jakarta.

Lembata Menuju Surplus Jagung

Bapak Barata Singgih Riwahono selaku General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Udara El-Tari Kupang dalam sambutannya mengatakan perjanjian kerjasama ini penting karena jumlah kargo hasil perikanan yang di Ekport melalui Bandara El-Tari Kupang meningkat setiap hari.

"Oleh karena itu kami bersama Stasiun KIPM Kupang harus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan Hasil perikanan. Setiap pemeriksaan kargo atau barang yang terindikasi sebagai hasil perikanan di Bandara El-Tari Kupang," tegasnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan akan dilaksanakan bersama dengan Personil Stasiun KIPM Kupang, karena KIPM Kupang lebih paham soal hasil perikanan mana yang boleh diperdagangkan mana yang dilindungi.

Jimmy Yonathan Elwaren Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kupang, mengatakan
Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu Provinsi penghasil produk Perikanan yang terbesar di Republik Indonesia.

"Sebagian besar wilayah NTT terdiri dari beberapa kepulauan. Jumlah produksi hasil kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Pada tahun 2018 untuk produksi Budidaya sebanyak 1,30 ribu Ton, produksi tangkapan 69,30 ribu ton, dan jumlah produk Ekspor sebesar 1,52 ribu ton," ungkapnya.

Theo Widodo: Banyak Pemohon Lelang Belum Gunakan Jasa PT Balai Lelang Flobamora

Ia menegaskan, selaku perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawasi dan memeriksa hasil perikanan yang akan diperdagangkan selalu terbuka kepada unsur terkait dalam hal ini untuk berkoordinasi mencegah penyelundupan ikan dan hasil proses perikanan.

"Bandara, Airlines maupun Ground Handling, silahkan melaporkan langsung ke saya apabila ada pelanggaran yang terjadi di Bandara, bahkan laporkan kepada saya apabila terdapat anggota atau personil Stasiun KIPM yang terindikasi atau tertangkap tangan bermain dan melanggar hukum” tegasnya.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved