Pasca Gedung Sekolah Roboh, Kepsek SMA Negeri Kokbaun Minta Perhatian Pemda Provinsi NTT

Kepala Sekolah SMA Negeri Kokbaun, Yakob Selan sangat mengharapkan bantuan pemerintah propinsi NTT dalam membangun gedung sekolah baru.

Pasca Gedung Sekolah Roboh, Kepsek SMA Negeri Kokbaun Minta Perhatian Pemda Provinsi NTT
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Gedung SMAN Kokbaun, Kabupaten TTS Roboh

Pasca Gedung Sekolah Rubuh, Kepsek SMA Negeri Kokbaun Minta Perhatian Pemda Provinsi NTT

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE- Pasca gedung sekolah darurat milik SMA Negeri Kokbaun, Amanatun Utara, Kabupaten TTS rubuh pada 19 Maret lalu akibat angin kencang, saat ini Kepala Sekolah SMA Negeri Kokbaun, Yakob Selan sangat mengharapkan bantuan pemerintah propinsi NTT dalam membangun gedung sekolah baru.

Untuk sementara, para siswa dan guru SMA Negeri Kokbaun terpaksa menumpang ke SD Inpres Santain untuk melakukan proses belajar mengajar.

Yakob Selan yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa (9/4/2019) melalui sambungan telepon mengatakan, saat ini pihaknya sangat mengharapkan uluran tangan dari Pemda Propinsi NTT guna dapat membangun gedung sekolah.

Link Pendaftaran Sekolah Kedinasan dikdin-daftar.bkn.go.id, Buat Akun SSCASN Dahulu, Simak Alurnya!

Pasalnya, dana komite yang ada dirasa masih kurang untuk bisa membangun gedung sekolah permanen.

" Ada rencana dari pihak sekolah dan komite untuk bangun tiga ruang kelas semi permanen sehingga anak-anak tidak KBM siang hari dan pulang sudah hampir malam. Tetapi jujur saja, anggaran yang ada masih kurang. Kami sangat berharap Pemda Provinsi tergerak hati untuk membantu kami dalam membangun gedung sekolah baru," ungkap Yakob.

Untuk diketahui SMA Negeri Kokbaun baru menerima SK defenitif pada dua tahun yang lalu. Awalnya sekolah tersebut merupakan sekolah jarak jauh dari SMA Negeri Ayotupas.

Keberadaan sekolah tersebut merupakan permintaan masyarakat mengingat jarak ke SMA Negeri Ayotupas dan SMA Negeri Biudukfoho (Kabupaten Malaka) jauh dari wilayah tersebut.

Pelaksanaan UNBK SMA di Ngada Aman

Secara swadaya, masyarakat membangun gedung darurat dengan material seadanya yaitu, atap berdaun gewang dan dinding dari bilah bambu dan beralaskan tanah.

" Ini sekolah berdiri atas permintaan masyarakat karena jarak SMA yang ada, baik SMA di TTS maupun di Malaka sangat jauh. Letak kita di perbatasan sebenarnya strategis tetapi kenyataannya, baik fasilitas jalan maupun sekolah masih memprihatinkan," keluhnya.

Untuk diketahui, saat ini jumlah Siswa-Siswi yang ada di SMA Negeri Kokbaun berjumlah 69 dengan tiga timbangan belajar, satu rombongan kelas X dan dua rombongan kelas XI. Mayoritas siswa-siswinya berasal dari keluarga kurang mampu dengan mata pencarian sebagai petani dan peternak.

Pasca gedung sekolah rubuh, masyarakat telah membongkar bangunan sekolah darurat tersebut. Pasalnya, bersama komite sekolah, pihak SMA Negeri Kokbaun berencana membangun tiga ruangan kelas semi permanen di atas lokasi tersebut.

Ratusan Warga di Kelurahan Oesapa Selatan Belum Terima E KTP, Ini Sebabnya

Terpisah, Ketua MKKS SMA kabupaten TTS, Jibrael Yoran mengatakan, dirinya belum mendapatkan laporan resmi terkait rubuhnya gedung sekolah darurat SMA Negeri Kokbaun. Namun dirinya berharap, kejadian tersebut bisa segera direspon Pemda Provinsi NTT agar proses KBM bisa tetap berjalan.

" Saya tahu kejadian ini dari media sosial. Tetapi laporan resminya saya belum dapat. Semoga Pemda Provinsi NTT bisa segera memberikan bantuan untuk SMA Negeri Kokbaun," pintanya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved