Panwaslu Aesesa Adakan Pelatihan dan Bimtek Bagi Saksi Parpol Peserta Pemilu 2019

Kami laksanakan selama tiga hari dan setiap hari itu dibagi dalam enam sesi per sesi ada 148 orang

Panwaslu Aesesa Adakan Pelatihan dan Bimtek Bagi Saksi Parpol Peserta Pemilu 2019
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Ketua Panwaslu Aesesa, Ma'aruf Mema bersama komisioner Panwaslu saat kegiatan di Aula Sinar Kasih Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Senin (8/4/2019). 

Panwaslu Aesesa Adakan Pelatihan dan Bimtek Bagi Saksi Parpol Peserta Pemilu 2019

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Aesesa di Kabupaten Nagekeo mengadakan pelatihan dan Bimbingan Teknis bagi saksi peserta Pemilihan Umum 2019 se Kecamatan Aesesa.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Sinar Kasih Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Senin (8/4/2019) hingga Rabu (10/4/2019).

Ketua Panwaslu Aesesa, Ma'aruf Mema, kepada POS-KUPANG.COM, menyebutkan, jumlah saksi se Kecamatan Aesesa seharusnya ada 1605 orang tapi yang terdaftar hanya 818 orang.

"Kami laksanakan selama tiga hari dan setiap hari itu dibagi dalam enam sesi per sesi ada 148 orang," ujar pria yang akrab disapa Anang ini.

Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Matim Masih Beri Keterangan Kalau Ia Pukul Ular Bukan Ibunya

Dua Resividis Curanmor Kota Kupang Dan Polda Bali Dibekuk Polsek Loura, SBD

Pasca Merebut 4 Gelar di Malaysia Open, China Lebih Percaya Diri Juarai Sudirman Cup

Ia mengatakan materi pelatihan dan bimtek diberikan oleh Panwalu Aesesa seputar Perhitungan Surat Suara (Puting Susu) dan materi teknis lainnya berkaitan dengan tupoksi saat Pilnas 17 April 2019 nanti.

"Kalau materi yang diberikan itu tentang Perhitungan Surat Suara (Puting Susu). Cara pencoblosan, cara mendampingi, orang yang mendampingi, mekanisme keberatan saksi, saksi-saksi ini melakukan kegiatan sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan," ujar Anang.

Ia mengaku selain itu, para saksi juga diberikan materi tentang mekanisme tentang, Proses terjadinya Pemungutan Suara Ulang dan Perhitungan Suara Ulang.

"Kalau misalkan KPPS melakukan kecurangan atau memberikan salah surat suara itu wajib PSU atau intervensi kepada pemilih, mengarahkan pemilih untuk memilih kepada Paslon atau memilih salah satu calon, berarti harus diintervensi oleh saksi," ungkapnya.

Ia mengingatkan saksi tidak boleh menggunakan atribut Parpol saat ikut atau berlangsungnya kegiatan
proses kegiatan pemilihan dan pemungutan surat suara.

Ia mengaku saksi saat hadir nanti di TPS wajib membawa surat mandat dari Ketua Parpol atau ketua koalisi atau ketua tim pemenangan dan wajib menggunakan ID Card selama proses kegiatan berlangsung.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved