Dinas TPHP Mulai Ploting Area Bawang Merah di Malaka

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malaka mulai melakukan ploting area calon lahan penanaman bawang merah musim tanam

Dinas TPHP Mulai Ploting Area Bawang Merah di Malaka
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
PLOTING AREA--Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak bersama staff melakukan ploting area calon lahan penanaman bawang merah di tanah Paroki Besikama, Senin (8/4/2019) 

 Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN---Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malaka mulai melakukan ploting area calon lahan penanaman bawang merah musim tanam tahun 2019.

Kegiatan ploting areal ini dimulai dari tanah Paroki St.Yohanes Baptista Besikama, Kabupaten Malaka, Senin (8/4/2019). Hal itu dikatakan Kepala Dinas TPHP Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada Pos Kupang.Com.

Menurut Yustinus, sebelum dilakukan penanaman bawang merah, Dinas TPHP bersama tim pakar melakukan ploting area yang bertujuan untuk mengetahui luas lahan dan mengetahui tata letak bedeng yang akan dicetak. Dua tahapan ini merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program RPM.

Menurut Yustinus, hasil ploting di tanah paroki Besikama mendapatkan luasan 1 hektare yang akan ditanam bawang merah tahun ini. Dalam waktu dekat akan dilakukan pembuatan bendeng sehingga bulan Mei sudah mulai ditanam.

Yustinus mengatakan, khusus untuk tanah gereja tersebut, Pemerintah Kabupaten Malaka membantu mempersiapkan lahan dan benih bawang merah. Sedangkan hasil produksi bawang 100 persen untuk umat dan gereja.

Pemerintah mengharapkan semua pihak bisa memberikan dukungan untuk keberhasilan kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengatakan,
pemerintah menggandeng pihak gereja di Besikama untuk membuat percontohan budidaya bawang merah untuk masyarakat dengan memanfaatkan lahan tidur milik gereja. Hasilnya nanti diserahkan ke pihak gereja dan umat.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di sela kegiatan pembersihan lingkungan di areal Pastoran Paroki Besikama, Jumat (1/3/2019).

Menurut Bupati Stef, ada lahan kosong milik gereja persis di lingkungan bekas RS Marianum Besikama yang ditinggalkan sejak tahun 2000 pasca banjir bandang menerjang wilayah tersebut.
Selama ini lahan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa menghasilkan apa-apa.

Bupati Stef mengatakan, pemerintah terus mendorong masyarakat Malaka agar semua lahan pertanian harus digarap. Tanah Malaka adalah tanah yang subur. Mengolah lahan di Malaka saat ini tidak lagi sulit seperti dulu. Karena pemerintah sudah membantu dengan peralatan modern seperti traktor. Kesulitan lainnya seperti air dan jalan, pemerintah juga langsung kerjakan. (jen/Adv).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved