Andre Koreh Ikut Ujian Terbuka Program Doktor Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Andre Koreh Ikut Ujian Terbuka Program Doktor Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Andre Koreh Ikut Ujian Terbuka Program Doktor Tepat di Hari Ulang Tahunnya
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Andreas Welem Koreh saat mempetanggungjawabkan disertasinya di Aula Rektorat lama Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (8/4/2019). 

Andre Koreh Ikut Ujian Terbuka Program Doktor Tepat di Hari Ulang Tahunnya

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Provinsi NTT, Ir. Andreas W Koreh, MT atau Andre Koreh mengikuti Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi tepat di hari ulang tahunnya yang ke-55, Senin (8/4/2019).

Mengenakan jas hitam, Andre tampil energik dan percaya diri mempertanggungjawabkan disertasinya di hadapan para penguji, di Aula Rektorat lama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Berkas Kasus Perjudian di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi NTT

Disertasi Andre berjudul 'Koordinasi Pengelolaan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Jalan, Jembatan, Bendungan, Embung di Provinsi Nusa Tenggara Timur' merupakan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif yang dipecah melalui paradigma penelitian interpretatif.

Andre mengatakan ia memilih paradigma tersebut karena dirinya sangat dekat dengan objek penelitian, juga karena ia sudah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia jasa konstruksi.

Diduga Konsumsi Obat-obatan, Pencuri di Tanah Abang Masih Belum Sadarkan Diri

Dari hasil penelitiannya, lanjut Andre, koordinasi pembangunan infrastruktur di NTT belum optimal sehingga menghasilkan infrastruktur yang tidak memenuhi aspek manfaat, kuantitas, kualitas, efisiensi dan tertib secara administrasi.

Hal tersebut, kata Andre, karena pelaksanaan fungsi koordinasi pada tahap rencana, pelaksanaan dan evaluasi yang belum secara terintegrasi atau belum ada sinkronisasi dari semua sektor terkait.

"Inilah masalah utamanya bagaimana koordinasi dan kerja sama antarlembaga pemerintah tingkat provinsi, kabupaten/kota dalam pembangunan proyek infrastruktur pekerjaan umum, sehingga bisa menghasilkan infrastruktur yang memenuhi aspek-aspek yang saya sebutkan tadi," tegasnya.

Di akhir paparannya, Andre menjelaskan, untuk menghasilkan infrastruktur yang optimal, maka perlu mengaktifkan lima tools yaitu manfaat, kuantitas, kualitas, efisiensi dan tertib secara administrasi.

"Hilangkan ego sektoral, bersedia dikoordinasi untuk sinkronisasi dan integrasi rektrut aktor yang memiliki kemampuan komitmen yang sama, visi dan misi yang sama, menata pola kewenangan yang mendukung dan mampu menyelesaikan konflik antar lembaga dalam pembangunan infrastruktur," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved