Pakistan Tuduh India Rencanakan Agresi Militer Pertengahan April

Pakistan melalui Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi menuduh India tengah mempersiapkan serangan militer pada pertengahan April

Pakistan Tuduh India Rencanakan Agresi Militer  Pertengahan April
shutterstock
Gambar yang diambil pada 12 Juni 2015 memperlihatkan seorang tentara India berjaga di pos keamanan perbatasan Kashmir dengan Pakistan. 

POS KUPANG.COM -- Pakistan melalui Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi menuduh India tengah mempersiapkan serangan militer pada pertengahan April ini.

Relasi antara dua negara tetangga di Asia Selatan itu memburuk sejak serangan bom bunuh diri di kawasan Kashmir pada Februari lalu.

Serangan yang menewaskan 40 anggota paramiliter India itu diklaim oleh kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) yang berbasis di Pakistan.

Ribuan Warga Kabupaten Kupang Hadiri Syukuran Pelantikan Bupati-Wabup Kupang

Pakistan telah membantah serangan itu dengan Perdana Menteri Imrah Khan menawarkan investigasi jika India bisa memberikan bukti valid.

Kepada awak media di kota Multan, Qureshi berkata pemerintah sudah mendapat info intelijen agresi militer bakal terjadi antara 16 atau 20 April.

Diwartakan AFP Minggu (7/4/2019), para duta besar dari anggota Dewan Keamanan PBB di Islamabad sudah mendapat pemberitahuan dua hari sebelumnya.

"Saya mengatakannya dengan penuh tanggung jawab. Saya sadar jika setiap perkataan saya bakal menjadi tajuk utama media internasional," terang Qureshi.

Reuters memberitakan, Qureshi tidak memberi bukti apa yang diperoleh Pakistan, atau bagaimana dia bisa spesifik mengenai tanggal serangan.

Dia hanya menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Khan, di mana sang perdana menteri setuju jika informasi itu dibagikan kepada publik.

Qureshi menyatakan agresi militer yang sudah tersusun rapi itu bertujuan untuk meningkatkan tekanan diplomatik kepada Pakistan.

Kementerian Luar Negeri India tidak memberikan jawaban ketika Reuters berusaha meminta konfirmasi melalui surel atas klaim Pakistan tersebut.

Khan menyalahkan Partai Bharatiya Janata (BJP) selaku partai penguasa karena sudah menyebarkan "histeria perang" atas klaim menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan.

Kawasan Kashmir menjadi sumber perseteruan dua negara sejak memerdekakan diri dari pemerintah kolonial Inggris pada 1947 silam.

Kedua negara mengklaim teritori Himalaya itu secara penuh, dan terlibat dalam dua perang besar dalam upaya memperebutkannya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved