BREAKING NEWS: Kabupaten Malaka Diguncang Gempa Bumi

Kabupaten Malaka diguncang gempa bumi, Minggu (7/4/2019) sekitar pukul 10.20 Wita. Guncangan gempa bumi sangat kuat.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Adiana Ahmad
KOMPAS.com/AFP
Ilustrasi gempa bumi KOMPAS.com/AFP 

Kabupaten Malaka Diguncang Gempa Bumi

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN- Kabupaten Malaka diguncang gempa bumi, Minggu (7/4/2019) sekitar pukul 10.20 Wita. Guncangan gempa bumi sangat kuat.

Sejumlah warga yang merasakan guncangan gempa bumi berteriak-teriak gempa bumi dalam bahasa daerah (kakekuk).

Warga Weliman, Maria Seran kepada Pos Kupang.Com mengatakan, ia merasakan guncangan gempa bumi cukup kuat karena ia dalam posisi duduk di bale-bale.

Gempa Bumi Tektonik 4.7 SR Guncang Tambolaka, Sumba Barat Daya

Lokasi Wisata Pantai Tarimbang Sumba Timur Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan dan Awal Tebal

Saat terjadi guncangan, ia berteriak gempa bumi lalu warga tetangga juga yang merasakan hal yang sama ikut beteriak gempa bumi.

Hal yang sama dirasakan Erikson. Erik yang sementara duduk dalam rumah merasakan guncangan gempa bumi. Erik mendengar bunyi rumah dan melihat beberapa benda dalam rumah bergerak. Erik tidak merasa khawatir dan tidak berteriak seperti warga yang lain. 

Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada, Minggu (7/4/2019) sekira pukul 09:18:20 WIB.

Berdasarkan informasi awal gempabumi tersebut berkekuatan magnitude 5.2 Skala Ritcher (SR) yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitude sebesar 4.9 SR.

Untuk episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,6 LS dan 124,77 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah barat Kota Atambua, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 54 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Belu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun atau Normal Fault.

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Kefamenanu II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc melalui release yang di terima Pos Kupang, Minggu (7/4/2019).

Rahmat mengatakan, hingga pukul 09.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved