Anak-anak Pulau Morotai Diajar Berselancar, Berbahasa Inggris dan Menjaga Laut

Anak-anak Pulau Morotai diajar berselancar, berbahasa Inggris dan menjaga laut

Anak-anak Pulau Morotai Diajar Berselancar, Berbahasa Inggris dan Menjaga Laut
KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN
Anak-anak di Kabupaten Morotai, Maluku Utara dengan gembira belajar berselancar, Sabtu (6/04/2019) 

Anak-anak Pulau Morotai diajar berselancar, berbahasa Inggris dan menjaga laut

POS-KUPANG.COM | MOROTAI - Nama Kabupaten Pulau Morotai, yang dijuluki sebagai Mutiara di Bibir Pasifik, mungkin tak salah lagi. Tak hanya itu, ada juga yang menjulukinya sebagai "Pulau Dewata"-nya Provinsi Maluku Utara.

Keindahan alam Morotai, termasuk keanekaragaman hayati bawah laut ditambah wisata sejarah Perang Dunia II, membuat Morotai tak diragukan lagu untuk dijadikan rekomendasi sebagai tempat berwisata.

Polisi Bekuk Mucikari Prostitusi Online di Makassar, Jajakan ABG Berusia 19 Hingga 21 Tahun

Dengan segala potensi wisata yang dimiliki itu, Morotai beberapa tahun ke depan akan menjadi tujuan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara di wilayah Indonesia Timur.

Melihat kondisi itu, melalui Small Grant Program dari Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya menggelontorkan anggaran di beberapa desa di Kabupaten Pulau Morotai dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia khusus bagi masyarakat lokal disana untuk menyiapkan diri dari sekarang.

Dua Kelompok Pelajar SMA Cirebon Tawuran di Sumedang, Ini Kronologinya

Sudah kurang lebih dua tahun ini, masyarakat khususnya anak usia dini dari kalangan pelajar, diajarkan mulai dari berbahasa inggris, berselancar, snorkling, berfoto di bawah laut, membuat video, serta menjaga kebersihan pantai dan laut.

Mereka diajarkan bagaimana menumbuhkan rasa kecintaan terhadap laut, dengan begitu ada kepedulian yang muncul dari dalam terhadap laut.

"Kami sangat senang bisa bergabung disini, saya bisa belajar bahasa inggris, menggunakan kamera untuk foto dibawah laut, berselancar," kata Alfita, salah satu murid SMP di Desa Bido, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai yang ikut dalam program itu, Sabtu (06/04/2019).

Alfita mengaku, apa yang dia lakukan bersama puluhan rekan-rekannya yang masih duduk dibangku SMP dan SMA itu tidak ada paksaan, namun itu muncul dari dalam diri mereka untuk memajukan Morotai sehingga lebih dikenal di mancanegara.

Seluruh kegiatan itu menurutnya merupakan ekstrakurikuler sehingga tidak mengganggu proses belajar mereka di sekolah.

"Biasanya kami diberikan materi dulu di ruangan sebelum turun ke lapangan," ujarnya didampingi puluhan rekannya-rekannya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved