Reaksi Bupati Malaka Ketika Melihat Lahan Tidak Produksi

Bupati Stef turun dari mobilnya dan berdiri di pinggir jalan sambil menunjukan hamparan luas yang tidak digarap pemiliknya.

Reaksi Bupati Malaka Ketika Melihat Lahan Tidak Produksi
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menunjukkan lahan tidak produktif di lokasi Rabasa, Rabu (3/4/2019). 

Reaksi Bupati Malaka Ketika Melihat Lahan Tidak Produksi

POS-KUPANG.COM| BETUN----Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran merasa menyesal ketika melihat hamparan di wilayah Rabasa, Kecamatan Wewiku dibiarkan begitu saja dan tidak memberikan manfaat apa-apa bagi pemiliknya.

Lantas, Bupati Stef turun dari mobilnya dan berdiri di pinggir jalan sambil menunjukan hamparan luas yang tidak digarap pemiliknya.

Bupati memanggil semua pimpinan perangkat daerah untuk mendekatinya lalu bupati memberikan dua pertanyaan kepada pimpinan perangkat daerah termasuk kepada wartawan.

"Saya punya pertanyaan ada dua, pertama, kalau lahan seperti ini dibiarkan begini saja, berguna atau tidak," tanya Bupati Stef kepada pimpinan perangkat daerah, Rabu (3/4/2019).

Kirim Foto Bugil ke Pacar, Guru Matematika Ini Dipecat Lantaran Fotonya Ditemukan Murid

Tinggalkan Anak Yang Masih Balita, Sangeeta Gantung Diri Gara Gara Suami Makan Malam di Rumah Mertua

Anda Wajib Tahu! 10 Manfaat Biji Jeruk, dari Atasi Sembelit Sampai Melawan Sel-Sel Radikal

Simak! 11 Fakta Tabrak Maut Yang Melibatkan Kadis PRKP Kabupaten TTS, Yakob Benu

Secara serentak pimpinan perangkat daerah menjawab bahwa lahan seperti itu tidak berguna atau tidak memberikan manfaat.

Lalu Bupati Stef melanjutkan pertanyaan keduanya. "Kalau pemerintah melihat seperti ini terus pemerintah diam saja, benar atau tidak," tanya bupati.

Secara serentak, pimpinan perangkat daerah menjawab, tidak benar dan pemerintah mestinya berupaya mengoptimalkan lahan yang tidak digarap itu menjadi lahan berproduktif. Setelah menjawab demikian, bupati Stef melanjutkan perjalan menuju lokasi tambak garam di Rabasa.

Menurut Bupati Stef, Pemerintah Kabupaten Malaka sedang berupaya mengoptimalkan lahan-lahan yang tidak berproduktif selama ini, terutama lahan di wilayah pesisir. Lahan di pesisir tidak cocok untuk tanam jagung atau padi karena tidak memberikan hasil yang bagus.

Pernyataan bupati Stef ini memang benar dan terbukti. Beberapa lahan di wilayah pesisir yang ditanam jagung, semuanya tidak memberikan hasil optimal. Bahkan ada jagung yang sudah layu dan mati sebelum berbuah akibat kekeringan. Diduga juga, jagung mati karena kadar garam di lokasi itu sangat tinggi.

Lanjut, Bupati Stef, usaha yang cocok di daerah pesisir adalah tambak garam. Tambak garam bisa memberikan nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat ketimbang lahan tidak digarap sama sekali. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved